Semarang -mediajateng.net

Dengan tatapan dingin seolah tak menyesali perbuatanya, Sigit Prasetyo (30) warga Ngreco, Ds Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang bercerita secara runut mengapa dirinya nekat membunuh mantan mertuanya tersebut. Pria yang sehari harinya bekerja sebagai kernet bus jurusan Salatiga-Semarang ini emosi dsn kalap dengan pesan pendek yan dikirim korban.

Menurut Sigit dirinya sudah mencari mantan mertuanya Totok Turodhi (57) yang saban harunya berjualan Kelapa mida di belakang pasar Jatingaleh sejak hari sabtu (4/2) namun tidak ketenu lantaran Totok masih ada keperluan di Purworejo

“Saya dendam dan sakit hati karena pak totok SMS yang mengatakan kalau saya tidak punya otak dan tidak pernah menafkahi pada dua anak saya, yang sekarang ikut ibunya,” ungkap Sigit

Dari keterangan sigit juga diketahui jika korban sudah dua kali mengirim pesan pendek yang isinya dianggap mencelanya, karena emosi dan kalap, sigit langsung menemui korban tanpa bicara langsung membacok korban secara membabi buta

“Udah saaya niati dari rumah udah membawa parang, begitu turun dari bus di pasar, langsung saya cari dan bacok berkali kali. Sempat lari saya kejar hingga jatuh,” imbuhnya

Dari keterangan Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli mengungkapkan, Sigit ini menikah dengan anak pertama korban yang bernama Muji Lestari (27) pada tahun 2002 namun cerai pada tahun 2012 dan dikaruniani dua anak. Sedang keduanya kini juga sudah menikah lagi.

Kini tersangka sigit masih menjalani peneriksaan di Polsek Banyumanik untuk menjalani pemeriksaan lanjutan (MJ-303)

53 KOMENTAR

Comments are closed.