GROBOGAN, Mediajateng.net – Terus tanamkan semangat menjaga kerukunan antar umat beragama.
Istri presiden RI ke-4 Abdulramah Wahid atau Gus Dur, sambangi pondok pesantren di Kabupaten Grobogan.

Sinta Nuriyah tebarkan bibit kedamaian di kampung tidak jauh dari tempat tinggal kakek buyut suaminya.

Shinta, mengungkapkan setiap umat Islam harus berani mengendalikan hawa nafsu. Dengan demikian, virus kebencian, kecurigaan, berita hoax uyang disebarkan di seluruh belahan dunia itu akan hilang.

Hal ini memang sangat penting dilakukan bersama untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Kits harus bisa mengamalkan itu semua untuk menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa. Terutama pada akhir-akhir ini. Itu semua menjadi sangat penting sekali untuk melawan hoax dan virus-virus kebencian,” pesannya di depan ribuan santri yang datang.

Indonesia dikenal seluruh dunia sebagai negara yang punya prinsip Kebhinekaan yakni dengan semboyannya Bhineka Tunggal Ika yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu.

“Kalau satu bangsa Indonesia berarti kita semua adalah saudara. Jika bersaudara mestinya tidak boleh gontok-gontokan. Saling tolong menolong dan tidak saling membenci,” tambahnya.

Perempuan bergelar Magister Humaniora dari Universitas Indonesia ini juga menjelaskan tentang aktivitasnya yakni mengadakan sahur dan buka bersama keliling. Sinta menyebutkan, kegiatan ini sudah dilakukannya sejak sang suami menjadi presiden RI yang keempat. Yakni pada tahun 2000 silam.

“Saya sudah pernah sahur bersama kaum duafa. Sahur di emperan gereja bahkan sahur bersama narapidana di Lapas. Kalau saat ini berbeda. Di sini saya berbuka puasa bersama anak-anak dan para orang tua warga Kabupaten Grobogan,” ujar Sinta.mj-ag