SEMARANG, Mediajateng.net – Ribuan aparat gabungan dari Polri dan TNI telah disiapkan untuk pengamanan menghadapi aksi demo di Kota Semarang. Hal ini menyusul adanya rencana aksi demo jilid dua dan tiga, di Jakarta pada 25 November dan 2 Desember 2016.

“Yang dilibatkan di sini ada 4000 ribu gabungan  ada TNI dari Yon 400/ Raider, Kavaleri, Arhanud, Zipur, Kodim, Denpom, termasuk Lanal semua kita libatkan. Kepolisian sendiri ada dari Polda, Brimob dan Polrestabes,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji usai kegiatan di Mapolrestabes Semarang.

Langkah yang dilakukan sekarang ini, kepolisian bersama TNI telah menggelar kontigensi sistem pengamanan (Sispam) kota yang disimulasikan dengan peta. Bertujuan menyeragamkan pikiran saat melakukan tindakan dilapangan apabila terjadi situasi skala kontigensi untuk bisa dilakukan langkah bersama.

“Ini namanya TFG  ( Tactical Floor Game ) artinya kita main sebuah peta, seolah-olah menggambarkan kondisi kota yang sesungguhnya. Jadi siapa bertugas dimana, bertanggung jawab kepada siapa, apa yang dilakukan situasi seperti apa, apa yang dilakukan tindakan tegas seperti apa. Supaya tidak ada kesalahan,” ungkapnya.

Kegiatan TFG ini juga sekaligus untuk menempatkan personil untuk pengamanan pada obyek vital seperti halnya gedung perkonomian termasuk pemerintahan dan lain sebagainya. Sedangkan pada titik-titik lokasi di Kota Semarang nantinya terbagi menjadi tiga zona, yakni barat, timur dan selatan.

“Termasuk penempatan personil apa yang menjadi tanggungjawab titik di situ. Karena kita mengingat kota Semarang ini Kota yang menghubungkan ke berbagai daerah, bisa tembus ke Purwodadi, Salatiga, Kendal, Batang , Demak ,” katanya.

Terkait kemungkinan akan adanya aksi demo di Kota Semarang, Abiyoso mengakui sampai saat ini belum ada pemberitahuan. Namun demikian, pihaknya tidak menampik dan memastikan bakalan ada aksi demo serupa di Jakarta yang digelar di Kota Semarang.

“Kemungkinan ada. Makanya jangan sampai nanti tiba-tiba satu hari mereka baru menyampaikan pemberitahuan aksi demo, sementara kami belum menyiapkan kekuatan perbuatan atau peralatan perlengkapan pengamanan untuk menghentikan ataupun membubarkan apabila mereka melakukan tindakan-tindakan anarkis,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pendekatan kepada para tokoh-tokoh, kelompok-kelompok hukum termasuk mahasiswa. Pada intinya juga menghimbau supaya tidak berangkat ke Jakarta ikut melakukan unjuk rasa disana.

“Kami menghimbau, unjuk rasa juga dilakukan secara tertib damai, kalau orasi ya tidak memprovokasi. Supaya tidak menimbulkan rasa sakit terhadap seseorang. Kalau tidak tertib, ya ditindak tegas,” katanya.

Menanggapi terkait maklumat, sampai sekarang belum mendapat maklumat dari Polda Jateng. Namun, dari sepengatahuan Abiyoso, maklumat yang sudah keluar yakni Polda Metro Jaya dan Maluku Utara.

“Polda Jateng, kita tunggu sampai sore ini. Di Maklumat ini nanti akan dicantumkan sanksi kepada pelanggar yang melakukan anarkisme,” pungkasnya. (MJ-303)

Comments are closed.