Setelah Dilatih NIE Singapura, Rochayati Imbaskan STEM di SMP PGRI 1 Cilacap

Cilacap, mediajateng.net – Setelah mengikuti workshop STEM Education Leadership Batch 1 dari National Institute of Education (NIE) Nanyang Technologycal Universiy Singapura secara daring di Bandung, Rochayati guru matematika SMP PGRI 1 Cilacap yang juga Guru Penggerak membuat program APSS (Aksi Pengimbasan STEM SMP PGRI 1 Cilacap). Kegiatan dilaksanakan Kamis, 14 Oktober 2021.

Rochayati mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan ilmu maupun materi-materi yang telah di dapatkan dalam workshop agar seluruh komponen di sekolah mengetahui, mengenal, dan nantinya dapat mengimplementasikan pembelajaran STEM di sekolah.

“Dengan kolaborasi ini semoga dapat meningkatkan kompetensi guru dan mutu sekolah. Selain itu para siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran karena pembelajaran STEM berbasis aktivitas yang selaras dengan solusi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari sehingga para siswa mempunyai bekal kecakapan hidup yang cukup ketika berada dalam masyarakat” jelas Rochayati.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh guru dan mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah. Para guru membawa laptop, karena setelah pemaparan materi dilakukan simulasi bersama dalam pembuatan aplikasi.

Waka Kurikulum SMP PGRI 1 Cilacap Tri Pratikno mengungkapkan bahwa dirinya sangat mendukung program ini dan berkomitmen untuk menerapkan pembelajaran STEM di sekolah, apalagi selaras dirinya adalah guru IPA.

“Saya berkomitmen akan membuat jadwal bergilir setiap guru membuka kelas untuk pembelajaran STEM setahun sekali. Ada guru model dan guru observer, yang mana nantinya akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah” jelas Tri.

Sementara itu kepala SMP PGRI 1 Cilacap, Sri Surtini mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi guru.

“Setiap guru akan mendapat pengalaman sebagai guru model maupun observer sehingga mereka dapat mengambil pengalaman yang terbaik dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah. Selama ini supervisi hanya dilakukan oleh pengawas, kepala sekolah maupun guru senior, sehingga program ini adalah awal yang baik untuk berkolaborasi para guru dalam meningkatkan kompetensinya” tandas Sri. (MJ/50)