DEMAK, Mediajateng.net – Sebanyak 14 desa di Kabupaten Demak mengikuti lomba desa tahun 2018 yang mewakili 14 kecamatan unjuk keberhasilan di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta potensi dan inovasi desanya untuk dinilai oleh tim juri kabupaten.

Bupati Demak, M Natsir mengatakan, perlombaan antar desa ini dalam rangka mengetahui tingkat keberhasilan program-program pembangunan yang telah dicapai dari desa terkait, termasuk pembangunan pemberdayaan kepada masyarakat.

“Mari bersama sama membangun desa. Kalau desanya baik, lurahnya baik, masyarakatnya baik, semuanya baik, yakin Kabupaten Demak pasti baik,” tutur Bupati Natsir saat evaluasi lomba desa di Desa Raji Kecamatan Demak Kota, Kamis (22/3/2018).

“Kulon kali ono kali, wetan kali ono kali, Desa Raji nomor siji. Kalau juara senang tidak? kata Natsir sembari berpantun.

“Senaaang,” jawab hadirin kompak.

“Bisa juara itu mesti melalui proses. Prosesnya juga rekoso dan sulit. Kalau bersama sama rekosone ilang. Tapi ya kudu wani tombok lho, ” candanya.

Selain tim juri kabupaten, acara evaluasi lomba desa di Desa Raji tersebut juga dihadiri oleh M Ridwan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana ( Dinpermades dan KB) Demak, Ketua Komisi A DPRD Demak, Sunari, beserta rombongan serta paguyuban Kepala Desa se Kecamatan Demak Kota.

M Ridwan menambahkan, lomba desa diharapkan juga dapat mendorong
mendorong usaha pembangunan yang dilaksanakan masyarakat atas dasar kekuatan sendiri. Lomba desa semata-mata bukan untuk mengejar target juara, melainkan evaluasi terwujudnya kemandirian desa sesuai dengan indikator pembangunan.

“Lomba desa ini untuk memacu agar desa – desa di Demak menjadi desa mandiri,” bebernya.

“Aspek penilaian meliputi pemerintahan, kemasyarakatan, pembangunan dan kewilayahan. Juara pertama nantinya mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 60 juta dan berhak maju ke tingkat provinsi, ” imbuhnya.

Kepala Desa Raji, Ariful husni,mengatakan, semenjak dipercaya masyarakat memimpin desa, ia bersama perangkat desa dan seluruh elemen masyarakat terus bahu membahu membangun desa.

Sejumlah fasilitas publik dan infrastruktur terus dibenahi.

Lingkungan juga ditata sehingga kini Desa Raji menjadi ASRI yakni Aman, Sehat, Rapi dan Indah.

Potensi desa juga terus dikembangkan salah satunya diversifikasi pangan yakni Sorgum yang diolah menjadi produk aneka kue dan mie.

” Semoga Desa Raji semakin baik, maju dan berkembang. Kalau desanya bagus, Kabupaten Demak pastinya juga bagus,” ujarnya.