DEMAK, Mediajateng.net –  Bulan Syawal sudah berakhir ditandai dengan maraknya ritual Apitan sebagai pertanda masyarakat Jawa memasuki bulan Apit.

Desa Karangmlati Kecamatan Demak Kota, salah satu wilayah yang terus menjunjung nilai budaya Jawa juga menggelar Apitan atau Sedekah Bumi pada Rabu (10/7).

Diawali dengan memanjatkan doa arwah jamak bagi 8 ribuan arwah leluhur warga desa lantas ritual dilanjutkan dengan khataman Al Quran yang dipusatkan di enam dukuh.

Kepala Desa Karangmlati Demak, Agus M Kartono mengungkap bahwa Tradisi Apitan tidak boleh dimusnahkan, sebab tradisi tersebut menjadi salah satu identitas budaya asli Jawa.
“Lagipula tujuannya baik yakni sebagai panjatan doa untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Serta syukuran bagi keberhasilan ekonomi pertanian. ” Tuturnya.

Setelah prosesi doa dan khataman, ritual dilanjutkan dengan kirab dipimpin kades beserta para perangkat diiringi ‘pasukan’ pembawa aneka hasil bumi yang dihias sedemikian rupa.

Menariknya, ratusan warga menyemarakkan kirab dengan membawa olahan hasil bumi saling bertukar bawaan.

Pagelaran wayang kulit menjadi puncak acara apitan. Wayang dengan dua dalang berbeda dipentaskan dua kali yakni selepas shalat dzuhur dan shalat isya.

Apitan di Desa Karangmlati juga dihadiri oleh Kapolres AKBP Arief Bahtiar. Di samping Ketua DPRD Demak H Nurul Muttaqin, dan Camat Demak HM Syahrie serta pejabat Forkompincam. (MJ-AB)