Seratus Gambar, Satu Wajah

2

SEMARANG – Moment libur hari Minggu, tidak susah harus dihabiskan di mana. Namun keliling kota lama Semarang menjadi pilihan yang layak dimasukan daftar.

Tidak hanya bangunan peninggalan Kolonial Belanda yang sudah disulap apik sehingga menambah instrumen keindahan bernuansa negeri Kincir Angin. Namun, berbagai event pun jamak digelar di komplek yang dikenal dengan sebutan Belanda Kecil.

Salahsatunya, kegiatan pengisi hari rehat kerja dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dengan berbalut pakaian bersepeda orang nomor satu di Jawa Tengah ini dengan santai duduk lesehan di salah satu gedung.

Bukan rehat karena lelah setelah mengayuh sepeda, namun sang Gubenur menjadi model dadakan bagi puluhan pelukis di Gedung Monod Diephuis Kota Lama Semarang, Minggu (23/9). Acara tersebut menjadi jawaban keinginan Ganjar yang menghendaki beragam acara kesenian di little Nederland tersebut.

Layaknya model profesional, Ganjar tampak duduk tenang dengan sesekali mengeluarkan ekspresi senyum lebar khas politikus dengan rambut putih sebagai identitas di antara seniman lukis.

Ada raut lelah di wajahnya karena dia tiba di lokasi setelah gowes keliling kota Semarang.

Pelukis yang sudah siap dengan “senjata” masing-masing langsung tancap gas usai Ganjar berpose. Maklum, waktu yang disediakan untuk menggoreskan pensil di sketchbook hingga jadi wajah sang gubernur cuma 15 menit.

Karena diisi beragam seniman lukis dari pemula hingga profesional, hasilnya pun beragam dengan ciri keunikan masing-masing. Founder Orart-Oret, Dadang Pribadi mengatakan, acara ini merupakan jadwal rutin komunitasnya dan diberi label “Klub Potret”. Kegiatan tersebut selalu diikuti tidak kurang dari 200 seniman lukis dan diselenggarakan tiap bulan.

“Kita mencoba menggambar gambar wajah tokoh-tokoh publik di Semarang dan di Jawa Tengah. Model nanti akan di-sketch langsung dengan gaya masing-masing peserta pelukis. Kebetulan ini pas dengan momentum ulang tahun Orart-Orert yang ke-8 kami undang Pak Ganjar,” katanya.

Selesai menggambar sketsa wajah, para pelukis yang telah beraksi segera mengerumuni Ganjar agar membubuhkan tanda tangan pada karya mereka. Ganjar mengatakan, mestinya kegiatan seperti ini diadakan setiap minggu.

Karena menurut Ganjar, pembangunan fisik Kota Lama harus diimbangi dengan pembangunan spirit agar pesona kawasan yang penuh gedung bersejarah tersebut menjadi tempat pariwisata yang benar-benar kuat.

“Saya punya obsesi besar acara ini tidak hanya event tahunan atau bulanan, tapi saya minta mingguan. Mudah- mudahan seni semakin boom,” katanya.

Seperti saat membuka Festival Kota Lama, Jumat (21/9) kemarin, Ganjar menegaskan pentingnya tiupan roh di Kota Lama. Seniman, orang yang sangat tepat untuk melakukan itu. Sehingga semakin banyak menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Lama.

“Tolong kecantikan fisik (Kota Lama) ini diisi dengan ruhnya. Ruhnya adalah aktivitas, karya, semua produk yang dibuat oleh manusia untuk menggembirakan hati. Teman-teman bisa menggambar sketsa, pantomim, deklamasi, nari, macam-macam,” katanya.

2 KOMENTAR

Comments are closed.