Sepekan Pulang Karena Dinyatakan Sembuh, Pasien Dijemput Paksa Karena Positif Covid-19

GROBOGAN, mediajateng.net – Setelah dinyatakan sembuh dan diijinkan pulang, seorang perempuan berusia 47 tahun asal Desa Bangsri, Kecamatan Geyer harus dijemput dan dibawa kembali guna menjalani isolasi di ruang isolasi RSUD dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi. Jumat (10/04/2020).

Pasien perempuan tersebut, sebelumnya dirawat di bangsal Aster, RSUD dr Soedjati Soemodiardjo Purwodadi dengan keluhan demam, batuk dan pilek.

Karena sempat dinyatakan sembuh pasien perempuan berusia 47 asal Desa Bangsri, Kecamatan Geyer, yang sempat dirawat sepekan di rumah sakit terbesar di Kabupaten Grobogan. Sempat jalan-jalan dan bertemu dengan banyak tetangga.

“Pasien sempat pulang, saat itu hasil swab belum keluar. Ternyata hasil swab positif. Jadi pasien kita jemput untuk diisolasi,” kata dr Titik Wahyuningsih Mkes, Wakil Direktur Bidang Pelayanan, RSUD R Soedjati, saat mendampingi Bupati menjelaskan perkembangan penanganan covid-19 di Grobogan.

Bahkan, saat menjalani perawatan usai pasien datang sendiri ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Selama menjalani pengobatan, pasien di rawat di Bangsal Aster, yakni ruang perawatan untuk pasien umum satu ruang bertiga dengan pasien lain.

“Tidak isolasi. Dirawat dengan dua pasien lainnya. Jadi saat ini kita lakukan isolasi mandiri dua pasien lainnya. Bahkan, 76 karyawan juga kita lakukan isolasi. Ada Dokter, perawat, tenaga administrasi bahkan petugas kebersihan,” katanya sambil menjelaskan ada 40 tenaga medis yang bekerja di bangsal Ester dan Flamboyan diliburkan untuk istirahat di rumah karena pernah menangani pasien.

Isolasi mandiri hingga libur kerja selama dua pekan dilakukan lantaran petugas rumah sakit tidak menggunakan alat pengaman diri (APD) standart keamanan sehingga masih berpotensi terpapar virus yang telah menewaskan ratusan warga Indonesia.

Kecolongan pasien corona menyatu dengan pasien penyakit lain, kata Bupati Grobogan Sri Sumarni, terjadi lantaran saat dilakukan pemeriksaan pasien yang dirawat sejak 24 Maret hingga 2 April itu, tidak jujur saat ditanya apakah pernah berhubungan dengan daerah endemi khususnya dari luar negeri.

“Perjalanan dari luar negri, dari Hongkong. Ada teman yang punya kerja, dia di Yogyakarta. Selama jadi pasien di RSUD dia tidak mengakui bahwa dia dari luar negeri,” kata Bupati didampingi Kalakhar BPBD dan Kepala Dinas Kesehatan.

Pasca pasien ditetapkan positif covid-19, tim Gugus Tugas Kabupaten Grobogan melakukan penjemputan dan mengisolasi pasien di rumah sakit. Selain itu, Gugus Tugas juga menelusur pasien telah melakukan komunikasi dengan siapa saja.

“Kita minta keluarga pasien melakukan isolasi mandiri dengan tinggal di rumah selama 14 hari,” tambahnya.

Sementara itu, terkait permintaan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk mendirikan rumah karantina bagi pemudik yang pulang. Bupati mengaku kebingungan. Pasalnya mencari rumah di desa yang kosong atau pemanfaatan balai desa tidak bisa dilakukan.

“Kita sempat komunikasi akan gunakan sekolah yang saat ini libur. Tapi, ada surat edaran dari Mentri Pendidikan untuk tidak gunakan sekolah. Akan kita pusatkan di Gor juga ada penolakan karena terlalu banyak warga,” tambahnya. (Ag-MJ)