SEMARANG, Mediajateng.net – Kehadiran orang nomor satu di Jawa Tengah, di tengah pentonton Loenpia Jazz 2016 di GOR Jatidiri, Sabtu (28/5) membuat girang panitia. Setelah dirayu untuk naik panggung, Ganjar pun bereaksi begini.
Setelah mampir sejenak di Stage MLD dan menyalami beberapa pejabat perwakilan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Ganjar menuju panggung utama dimana The Groove sedang tampil. Mulanya ia hanya berdiri di barisan paling belakang. Di depannya ribuan Groovers bergoyang dan bernyanyi tanpa tahu di belakangnya ada gubernur. “Saya di sini saja, tak menikmati dari jauh. Seneng melihat anak-anak muda antusias dan bergembira,” kata Ganjar kepada panitia yang menawarinya maju ke depan.
Tapi akhirnya Ganjar bersedia menuju samping panggung setelah berulang kali dirayu panitia. Kedatangan Ganjar membuat keriuhan tersendiri di antara penonton. “Pak Ganjar nyanyi… Pak minta foto pak…,” teriak para penonton yang sebagian besar anak muda itu.
Akhirnya setelah Rieka Roeslan, Vokalis The Groove, memanggil-manggil Ganjar, barulah ia mau naik ke atas panggung. Seluruh personil langsung meninggalkan alat musiknya dan menyambut Ganjar. Mereka mengajak Ganjar berfoto bersama. “Saya ke sini mau nonton malah di suruh nyanyi. Biar The Groove saja, mereka ini band favorit saya,” katanya disambut teriakan senang penonton.
Ganjar mengaku senang dengan antusiasme anak muda Semarang dalam berkreatifitas. Ia meminta agar semangat dan daya juang dalam mengangkat nama daerah lewat berbagai keterampilan anak muda terus ditingkatkan. “Jawa Tengah banyak event jazz keren. Hari ini ada Loenpia Jazz, ada juga Jazz Atas Awan, kemarin saya bikin Borobudur Jazz Festival. Kalian keren,” kata Ganjar.
Menimpali itu, Reza, Vokalis The Groove, mengucapkan terimakasih atas perhatian Ganjar pada perkembangan musik di Jateng. Ia membalas sanjungan Ganjar dengan menyebutnya sebagai politikus favorit. “Saya tidak pernah punya tokoh politik idola. Tapi semenjak muncul Pak Ganjar, Pak Ganjar adalah politikus favorit saya,” katanya disambut tepuk tangan riuh.
Tak lama kemudian Ganjar pun pamit. Tapi begitu turun panggung, ia kembali diserbu penonton yang ingin swafoto. Sembari melayani foto, Ganjar berpesan pada penonton untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Ini acaranya bertema lingkungan lho, sampahnya jangan sembarangan ya, dibersihkan,” katanya.
Gelaran kali kelima ini dari Loenpia Jazz ini memang mengusung tema lingkungan. Tema itu diwujudkan dalam empat zona yang dinamai masing-masing dengan Zona Recycle atau daur ulang, Zona Reuse atau pemanfaatan kembali, Zona Reduce atau pengurangan, dan Zona Dream Town atau kota impian.
Selain The Groove, Loenpia Jazz juga dimeriahkan penampilan sejumlah musisi berkaliber. Diantaranya Fariz RM, Dewa Budjana, Rio Sidik, Beben and Friends, Tesia Manaf, Paracetamol, Vieux dan Mariama, Adinda Shalahita, Calvin Jeremy, dan Danny Eriawan Project. Komunitas jazz dari berbagai daerah juga tampil. Ada dari Malang, Jakarta, Bandung, Jogja, Tegal, dan Solo.
Loenpia Jazz kali pertama digelar pada 2012 di Taman KB, kemudian 2013 di Kawasan Kota Lama dengan tema history venue, 2014 di Kawan Pecinan dengan tema Pecinan, dan 2015 di Puri Maerakaca dengan tema kuliner khas Semarang. (MJ-070)

Comments are closed.