GROBOGAN-mediajateng.net-Akhir Juni lalu, mediajateng.net berkesempatan menikmati obyek wisata terbaru di Kabupaten Grobogan. Namanya Puncak Pelangi dan Gunung Ulo di desa Dokoro kecamatan Wirosari.

Seperti apakah obyek wisata terbaru di Grobogan tersebut? Mari ikuti perjalanan mediajateng.net menuju destinasi Puncak Pelangi dan Gunung Ulo tersebut.

Untuk menuju obyek wisata tersebut pada awal keberangkatan, kami menggunakan kendaraan roda empat mengambil rute dari arah kecamatan Tawangharjo menuju Kemadohbatur yang kemudian diteruskan ke rute desa Dokoro. Dan pada perjalanan pulang, kami mencoba melalui rute desa Dokoro – Wirosari.

Untuk akses menuju lokasi obyek wisata Puncak Pelangi dan Gunung Ulo dengan rute dari jalan Kemadohbatur, kami sempat mengalami banyak kesulitan. Mulai dari kondisi jalan yang ekstrim yaitu berbatu dan menanjak hingga minimnya petunjuk jalan untuk menuju lokasi. Dalam keadaan itu, kami harus terus bertanya pada penduduk setempat untuk mendapatkan lokasi yang kami maksud. Itupun kami masih sempat tersesat.

Usaha kami berhasil juga menemukan obyek wisata terbaru yang rencananya akan dibuka secara langsung oleh Bupati Grobogan tersebut.

Pada pintu masuk, kami disambut oleh sekelompok pengelola tempat tersebut yang ternyata adalah karang taruna dari desa setempat. Untuk dapat memasuki kawasan Puncak Pelangi dan Gunung Ulo, kami hanya membayar ongkos parkir saja. Untuk tiket masuknya masih digratiskan, namun rencananya akan ditetapkan sebesar Rp 3000 saja. Nantinya harga tiket masuk tersebut belum termasuk wahana yang disediakan pengelola.

Untuk wahananya sendiri para pengunjung dapat memilih dan dikenakan harga antara Rp 15.000-25.000.

Dari sekian wahana yang disediakan di tempat wisata ini, ada wahana bernama Flying Fox dan Hammock di ketinggian, Rappeling (menuruni tebing dengan tali), dan Carving (jelajah Goa).

Obyek yang menjadi andalan di sini adalah Sunset atau matahari terbenam. Para pengunjung mengklaim sebagai spot sunset terbaik di kabupaten Grobogan.
Tak ketinggalan juga Flying Fox Puncak Pelangi ini adalah yang tertinggi di kabupaten Grobogan.

Dikawasan obyek wisata Puncak Pelangi dan Gunung Ulo ini juga disediakan lokasi untuk camping atau berkemah, dengan suasana lingkungan yang masih sangat asri karena memang berada di kawasan Hutan.

Lokasi camping-nya sendiri disediakan dua lokasi, yaitu di atas tebing yang sama dengan saat kita akan menyaksikan panorama sunset. Sementara lokasi yang kedua terletak di bibir goa yang berada di bawah.

Untuk berkemah, kita diperbolehkan membawa tenda sendiri dan hanya dikenakan retribusi. Namun kita juga dapat menyewa tenda kepada pengelola obyek wisata sebesar Rp 50.000 plus retribusi tentunya.

Kesan kami pada obyek wisata ekstrim terbaru di kabupaten Grobogan ini bisa direkomendasikan bagi yang suka dengan petualangan dan tantangan. Walaupun di lokasi kami mendapati banyak sekali anak kecil, namun kami tidak merekomendasikan hal tersebut, mengingat masih minimnya sarana keselamatan seperti pagar pembatas dan lain – lain yang tersedia.

Menjelang gelap, kami memutuskan untuk meninggalkan lokasi dan melewatkan sunset di puncak pelangi. Pertimbangan kami karena belum mengenal dengan benar rute dari desa Dokoro ini ke Wirosari.
Dengan melewati rute dari desa Dokoro ini ke Wirosari dengan jalur desa Tambakselo, perjalanan kami terasa lebih ringan dan cepat dibandingkan dengan rute keberangkatan kami tadi.

Bagi anda yang ingin mengunjungi destinasi obyek wisata terbaru ini, kami lebih merekomendasikan untuk melewati rute ini dari jalan raya Purwodadi – Blora.

Untuk mencapai lokasi tempat wisata tersebut belum bisa dijangkau dengan angkutan umum. Karena itu, para pengunjung harus membawa kendaraan sendiri, baik mobil ataupun motor. Kami akan lebih merekomendasikan menggunakan sepeda motor dari pada mobil, mengingat sempitnya jalur ke lokasi wisata tersebut. (Ag-Mj)