Semarang-mediajateng.net

Seorang mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Semarang menjadi korban penembakan dari seorang pengemudi yang tak dikenal saat berada di Jalan DI Panjatlitan, Semarang Tengah, Sabtu (4/2) sekira pukul 20.00. Akibatnya korban harus dirawat di RS Telogorejo Semarang selama dua hari dan baru melaporkan perisiwa ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu pada Rabu (8/2) siang

Korban diketahui bernama Yoshua Wijaya (20) warga Jalan Muara Mas Raya, Kel Panggung Lor, Semarang Utara. Yoshua harus menjalani perawatan selama dua hari akibat gotri peluru yang diduga dari senjata AirGun ini bersarang di rahangnya.

Menurut Yoshua kejadian itu bermula saat dirinya melintas di Jalan DI Panjaitan ( Kp Kali) hendak menuju ke sebuah Mall . Ketika hendak belok kanan tiba tiba dipepet oleh sebuah mobil jenis Inova warna Gold. Secara reflek kaki kirinya bertumpu pada bodi belakan mobil sebelah kanan sembari menendang karena korban hendak jatuh.

” habis saya tendang lampu belakan sebelah kanan, saya langsung menyalip dari kiri dan menghentikan mobil itu. Setelah berhenti pengemudi membuka jendela sbelah kiri, langsung mebgeluarkan senjata dan menembak saya tiga kali,” ungkap Yoshua, saat berada di Mapolrestabes

Lanjut Yoshua, saat menembak dirinya disamping pengemudi ada seorang wanita yang duduk disebelahnya sempat berteriak ketakutan.

” saat itu gelap jadi saya tidak bisa melihat dengan jelas wajah pelaku, perkiraan umur 35 an, orangnya gendut, saya tidak sempat mencatat nomer polisinya, seingat saya dibelakang ada stiker binatang Babi,” imbuhnya.

Begitu ditembak atas bibir ebelah kiri korban mengeluarkan darah. Korban langsung menuju ke Polsek Semarang Tengah, namun melihat kondisi korban yang mengkuatirkan oleh petugas Polsek Semarang Tengah langsung dibawa ke RS Telogorejo Semarang

Dari hasil Rongten dari Rumah Sakit bahwa ada sebuah peluru berbentuk bulat menyerupai gotri berdiameter 5 mm bersarang di rahang korban. Kasus ini selanjutanya ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Semarang (MJ-303)

Comments are closed.