Semarang,Mediajateng.net – Female DJ asal Thailand, Katty Butterfly ternyata tetap menjadi magnet tesendiri bagi pencinta dunia ajeb-ajeb di Kota Semarang. Padahal DJ seksi tersebut beberapa waktu lalu sempat terganjal kasus keimigrasian hingga harus dideportasi pulang ke negaranya.

Tampil di Liquid Cafe dalam acara Spicy Tour dalam acara yang digeber Loudre’s, Katty telah ditunggu ratusan penggemarnya yang mayoritas anak muda. Saat naik di atas panggung, Female DJ itu nampak santai dan enjoy serta langsung menyapa penggemarnya. “Good Night Semarang, are you ready to shake your body now,” serunya dari atas panggung.

Katty pun langsung memperlihatkan kemampuan jari lentiknya untuk mengolah musik beraliran techno. Ritme dan beat pelan mula-mula ia keluarkan, hingga akhirnya membuat suasana dance floor semakin hangat dan membuat semua clubbers menggoyangkan badan. Terlebih DJ cantik ini menanggalkan kemejanya dan menggunakan pakaian yang cukup seksi.

“Sudah dua kali nonton DJ cantik ini, permainannya asik disamping kasus yang yang ke imigrasian menjeratnya beberapa waktu lalu,” ungkap Ari Setiawan, salah satu clubbers.

Sementara itu, Listya Ari, clubbers wanita yang datang di acara kemarin, mengungkapkan ia penasaran dengan kemampuan DJ asal negeri Gajah Putih tersebut. Pasalnya Katty lebih terkenal karena kasus ke imigrasian ijin pekerjaannya dibandingkan permainan olahan musik yang digeluti. “Cukup asik, Katty bisa membawa clubbers hanyut dengan olahan musiknya. Walaupun kemarin sempat kena kasus, sepertinya nggak mempengaruhi kecintaan penggemarnya,” bebernya.

Terpisah, Muhammad Faried, Marketing Produk Representative Louder’s mengatakan jika pemilihan Katty Butterfly, bukanlah talent yang asing di dunia hiburan malam. Di balik kontroversi kasus ke imgirasian yang sempat menjeratnya, Katty memiliki skill yang tinggi dalam memainkan turn table.

“Kasus Katty kemarin secara tidak langsung malah mendongkrak popularitasnya, ia kini menjadi DJ yang paling ditunggu oleh clubbers yang ada di Semarang,” tuturnya.(MJ069)

Comments are closed.