SEMARANG, Mediajateng.net, – Kota Semarang kini banyak dilirik sutradara ternama karena banyak spot syuting yang menarik, seperti Kawasan Kota Lama, Masjid Layur dan Gereja Gedangan. Sutradara dari ibukota itu diantaranya Hanung Bramantyo dan Garin Nugroho.

Mengikuti jejak dua sutradara tersebut, kini sutradara Hanny Mustofa, menggarap film komedi horor berjudul Bisikan Arwah dengan mengambil tempat syuting 100% di Kota Semarang.

Sutradara yang kebetulan kelahiran Semarang ini melakukan syuting di Semarang selama 12 hari kedepan yang dimulai sejak Senin (27/8) lalu. Ia coba mengeksplorasi keindahan gedung tua di Kota Lama dalam film yang dibintangi Vicky Prasetyo dan Angel Lelga. Uniknya beberapa tokoh di Kota Semarang diajak untuk berkontribusi langsung, seperti Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi yang juga berperan menjadi pemain dalam film Bisikan Arwah.

“Selain Ketua DPRD Kota Semarang, sosok Supryadi dipilih sebagai tokoh lokal yang dikenal merakyat dan membumi, tentunya adanya Mas Pri (nama sapaan Supriyadi,red) menjadi nilai tambah dalam film ini,” kata Hanny Musthofa, disela kegiatan syuting dirumah Dinas Ketua DPRD Kota Semarang, kemarin.

Dalam film tersebut, lanjut dia, Supriyadi dipercaya memerankan sebagai ayah dari Cathy pacar Vicky. Namun ditengah perjalanan kedua sejoli ini, kisah asmara mereka kandas karena Vicky lebih memilih menikah dengan Angel Lelga.

“Beliau berperan sebagai calon mertua Vicky, ada beberapa scene yang melibatkan Mas Pri berdialog dengan anaknya Cathy dan Vicky,” tambahnya.

Sementara itu Supriyadi mengaku bangga dengan dipilihnya Semarang sebagai lokasi syuting beberapa film layar lebar, termasuk film Bisikan Arwah yang mengusung genre horor komedi tersebut.

“Proses syutingnya 100 persen di Semarang, termasuk mengeksplorasi kawasan yang menjadi obyek wisata andalan Pemerintah Kota Semarang tersebut,” ucap Supriyadi.
Dirinya berharap, dengan dijadikan lokasi syuting, bisa menjadi stimulus dan akan muncul tunas baru di dunia perfilman yang berasal dari Semarang, mulai dari artis, production house dan lain sebagainya.

“Tentu harus difasilitasi, salah satunya dengan membuat production house oleh pemerintah, tujuannya agar warga Semarang bisa berlatih menggeluti industri film,” tambahnya.

Selain itu, kata dia sebagai destinasi wisata baru, dieksplorasinya Kota Lama sebagai tempat syuting film, akan membuat Semarang dan obyek wisata didalamnya bisa dikenal oleh wisatawan asing ataupun domesitik.

“Bisa jadikan promosi Semarang juga kan, agar dikenal wisatawan asing maupun domestik,” katanya. (ot/mj)