Semarang Darurat Moratorium Hotel

Semarang,MediaJateng.net – Banyaknya jumlah hotel di Semarang, ternyata berakibat negatif. Salah satunya adalah persaingan tidak sehat karena perang harga yang terjadi.

Menurut informasi yang dihimpun, ada sekitar 72 hotel kelas melati hingga bintang 5 di Kota Semarang. Sedangkan khusus bintang 3 sampai 5 tercatat ada 26 hotel. ” Sudah semakin banyak, dan kini malah mau nambah lagi. Harusnya ada pembatasan karena saat ini persaingannya tidak sehat,” kata Wakil ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Benk Mintosih.

Sistem memoratorium harus dilakukan pemerintah khusus untuk Kota Semarang. Pemerintah Jateng juga harus turun tangan dan lebih mengarahkan investor hotel untuk membangun di kota lain agar terjadi pemerataan. ” Jepara, Rembang, Cilacap adalah kota yang kekurangan hotel,” jelasnya.

Ia menegaskan Semarang harus ada memoratorium tentang pembangunan hotel. Tujuannya agar pasar tidak jenuh, pemerintah juga harus memikirkan destinasi wisata di Semarang agar wisatawan tertarik untuk berkunjung. ” Okupansi hotel sangat lesu di weekends, apalagi destinasi wisatanya itu-itu aja,” keluhnya.

Beberapa indikator untuk mendongkrak wisata adalah jumlah penerbangan internasional yang tinggi, akses yang memadahi dan atraksi atau agenda wisata yang ada. “Indikator itu belum terpenuhi, Convention Hall belum ada yang diangka 10 ribu orang, jumlah penerbangan internasional juga masih sedikit, akomodasi dan atraksi memang sudah cukup tapi harus ditingkatkan lagi,” tambahnya.

Jika indikator tersebut berjalan dengan baik, Benk berani menjamin jika okupansi hotel bisa kembali sehat yakni diangka 60 persen setiap harinya. “Saat ini okupansi di bawah 60 persen, hanya dua hotel aja yang okupansinya di atas itu yakni Ciputra dan Novotel,” pungkasnya. (MJ.069)

Comments are closed.