Semarang – mediajateng.net

Satuan Reserse Narkoba ( Satnarkoba) Porestabes Semarang, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke ruang transit tahanan Pengadilan Negeri Kota Semarang pada Selasa (21/11). Untuk mengelabuhi petugas, sabu tersebut dimasukan ke dala mukut ikan mujahir goreng yang dibawa pelaku dengan alasan mengantar makan siang.

Pelaku yang ditangkap bernama, Sri Cahyani (31) warga Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara. Bersama pelaku diamankan barang bukti berupa sabu seberat 1,5 gram dan bungkus makanan.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Abioso Seno Aji mengatakan, pengungkapan ini bermula dari adanya informasi bahwa akan ada penyelundupan sabu di Kantor Pengadilan Negeri Semarang . Setelah ditunggu, munculah pelaku yang berpura-pura memberikan makanan kepada seorang tahanan yang akan menjalani sidang.

“Pelaku menitipkan makanan yang akan ditujukan seorang terdakwa bernama Arif Junaidi yang sedang menunggu disidang, tapi petugas curiga dan memeriksa makanan yang dibawa pelaku,” ungkap Abioso saat gelar perkara, Jumat (24/11).

Saat diperiksa, lanjut dia, petugas mendapati paket sabu seberat 0,5 gram yang disembunyikan di dalam ikan mujahir goreng. Selain itu ditemukan sabu seberat 1 gram di dalam bungkus permen.

Lanjut Abi, Sri mengaku, diperintah oleh Arif untuk mengirim sabu tersebut. Rencananya, sabu yang berada di dalam ikan itu buat Arif, sedangkan sabu di dalam bungkus permen akan diberikan kepada seorang narapidana Lapas Kedungpane bernama Kiko. Sedangkan Sabu teraebut diambil Sri di depan Sekolahan di Jalan Arteri Soekarno Hatta dari seorang bernama Anang.

” Imbalanya Rp.150 ribu dan memakai sabu sepuasnya,” tutur wanita yang berprofesi ibu rumah tangga itu.

Sementara itu Kasat Resese Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Sidik Hanafi menambahkan bahwa sebekumnya pelaku Sri dan Arif ditangkap di kawasan Rejoleksono, Mlatibaru, Semarang Timur pada 27 Agustus 2017.

” Saat itu Arif kedapatan membawa sabu seberat 8,5 gram, sedang Sri dilepas karena tidak ditemukan barang bukti,”jelasnya

Hanafi menambahkan untuk kasus penyelundupan sabu di Lapas maupun ruang tahann pada tahun 2017 ini pihaknya telah mengungkap 7 kasus serupa diantaranya Lapas Kedungpane, ruang transit tahanan pengasilan Negri Semarang dan ruang tahanan Polrestabes Semarang

” hingga 24 November pihaknya sudah mengungkap setidaknya 36 kasus dengan jumlah tersangja sebanyka 50 orang,” pungkasnya. (MJ-303)