SEMARANG, Mediajateng.net – Dua pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Semarang berinisal SG (40) dan AN (38) dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Mereka dilaporkan terkait dugaan perzinahan.

Laporan tersebut dilakukan setelah Agung Galih Hardiyanto (39) memergoki AN istrinya yang keluar dari Hotel di  kawasan Jalan Majapahit, Pedurungan, kota Semarang, bersama pria tersebut. Tak hanya melapor, Agung juga menyerahkan keduanya kepada petugas.

Saat melapor Agung mengatakan, kejadian bermula dari kecurigaan terhadap istrinya. Dari kecurigaan itu Agung mulai mengawasi gerak-gerik istrinya hingga akhirnya memutuskan untuk mengikuti AN saat dia meminta izin untuk mengikuti kegiatan Istri Karyawan dan Karyawati (Ikawati) BPN yang digelar di sebuah hotel di Salatiga Sabtu (3/12).

“Dia bilang ada acara itu dari Sabtu hingga Minggu,” ujarnya saat berada di Mapolrestabes Semarang, Senin (5/12).

Namun ternyata apa yang dikatakan istrinya tidak sesuai dengan kenyatan. Pada hari itu sekitar pukul 12.00 wib dia melihat istrinya keluar dari hotel yang digunakan untuk perselingkuhan dan kemudian masuk ke dalam mobil Toyota Fortuner AB-1608-OZ.

Melihat itu Agung yang sebelumnya sudah berada di lokasi langsung membuntuti mobil yang membawa istrinya itu.

“Mobil  terus saya ikuti ternyata melaju ke arah Semarang,” jelasnya.

Tiba di Semarang, lanjut dia, mobil yang membawa istinya sempat tidak terdeteksi. Hal itu membuat dia kehilangan jejak.

Di daerah Pasar Kambing  (Jalan Tentara Pelajar) saya sempat kehilangan jejak,” ungkapnya.

Namun hal itu tidak membuatnya putus asa, ayah tiga anak tersebut kemudian berkeliling hingga melihat mobil yang dicarinya terparkir di sebuah hotel di kawasan Majapahit.

“Saat berkeliling, tidak sengaja saya meliha mobil Fortuner itu parkir di hotel,” ungkapnya.

Mendapati itu, Agung langsung berhenti dan memarkirkan mobilnya di depan Hotel untuk menunggu istrinya dan sopir mobil tersebut keluar. Namun ditunggu hingga larut malam apa yang dia tunggu tak kunjung keluar.

“Saya sudah tidak sabar dan ingin masuk ke dalam untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.

Namun sebelum masuk ke dalam, dia menelepon keluarganya dan juga kerabat dari istrinya untuk datang ke Lokasi.

“Karyawan hotel mengatakan istri saya memang ada di dalam, tapi mereka tidak mau menunjukkan kamarnya. Privasi ,” ungkapnnya.

Mendapat tanggapan tersebut, Agung bersama keluarganya memilih untuk menunggu di luar. Hingga pada Minggu (4/12) sekitar pukul 07.00 wib, dia melihat istrinya keluar bersama SG menuju mobil.

“Yang laki laki sempat bersembunyi, saat itu saya langsung samperin dan membawa mereka ke Polrestabes,” jelasnya.

Hingga saat ini kasus dengan nomor surat tanda terima laporan pengaduan atau STTLP/19/XII/ 2016/Jateng/RES TBS SMG masih dalam penelusuran penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang. (MJ-303)

Comments are closed.