SEMARANG, Mediajateng.net – Pengguna Napza atau eks pecandu seringkali mengalami kesulitan saat hendak kembali ke lingkungan sosialnya, apalagi untuk mendapatkan pekerjaan. Sejumlah anggapan bahwa pecandu adalah kriminal masih melekat dan sering dijumpai. Hal ini jadi salah satu penyebab mereka alias eks pecandu narkoba sulit diterima di masyarakat

Pembahasan itu terjadi antara Tim Damping Pasca Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang yang digawangi Theodorus Yosep Parera, di Kota Semarang, Senin (5/12) kemarin.

Salah satu petugas pendamping layanan pasca rehab BNNP Jawa Tengah, Arif, mengakui masih mengakui adanya stigma negatif. Dia adalah salah satu pendamping di Rumah Damping Astama BNNP Jawa Tengah, di Jalan Stonen Utara nomor 1, Gajahmungkur, Kota Semarang.

“Tahun 2016 ini ada 9 klien. yang bisa melanjutkan kembali ke masyarakat cuma 2 orang  sedang yang 7 memang melanjutkan hidupnya tetapi tidak sesuai harapan,” kata dia.

Menurut pengalaman Arif, rata-rata eks pecandu tidak percaya diri ketika akan bekerja. Ini disebabkan stigma yang terus melekat.

Mencari klien yang mau mengikuti program, sebut Arif, juga bukan hal mudah. Dari target 150 klien, hanya tercapai 9 klien. Salah satu sebabnya, layanan pasca rehab bagi eks pecandu tidak diwajibkan.

“Klien kami, rata-rata menengah ke bawah. Memang susah cari kerja (bagi eks pecandu). Kalaupun ada, di dunia malam. Ini jelas rawan bagi mereka,” lanjutnya.

Di rumah damping itu, sebut Arif, memang disediakan berbagai bimbingan. Termasuk pengetahuan sekaligus pelatihan wirausaha.

Sementara itu, Ketua Peradi Kota Semarang Yosep Parera menyebut pihaknya akan menjalin kerjasama dengan BNNP Jawa Tengah khususnya di bagian damping.

“Mereka (eks pecandu) adalah orang pertama yang harus ditolong. Negara sering lalai, hanya tangkap, hukum saja. Tapi mereka ada hak pengobatan, pendidikan, pekerjaan. Di sini, Peradi ingin fasilitasi,” beber Yosep.

Langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat, sebut Yosep, pihaknya akan memberi masukan ke Pemkot Semarang ataupun DPRD Kota Semarang, dan meminta referensi perusahaan-perusahaan mana yang bisa menerima eks pecandu narkoba bekerja.

“Jika Pemkot menyalurkan, Peradi yang jadi penjaminnya. Tentu melalui tahapan seleksi,” tambah Yosep.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pendampingan hukum gratis bagi pecandu-pecandu narkoba yang tersangkut kasus hukum. (MJ-303)

3 KOMENTAR

  1. If you are getting the match already, deem whether you can expansion the amount you’re contributing. This is particularly grave if you cours du bitcoin btc en euros haven’t fully maxed completely the annual contribution limit in early previously to years cours bitcoin. All things being equal, you should be providence up to cours du bitcoin the comprehensive annual contribution limit each year, every year.

  2. Whether you protect in a standard IRA or a Roth depends as a rule on your income. You le cours du bitcoin tous les jours can only save in a Roth IRA if your cours bitcoin adjusted glaring gains meets the cours du bitcoin IRS guidelines. The more favourably if you qualify is that any notes you subject into a Roth IRA is 100 percent tax-free when you retract it in retirement. A unwritten IRA, past comparison, is taxable in retirement but you get the gain of a scot inference on your contributions.

Comments are closed.