Grobogan, Mediajateng.net – Selain manusia yang berhak mendapatkan asuransi jiwa, seekor sapi di Kabupaten Grobogan juga berhak mendapatkanya. Asuransi terhadap sapi ini diberikan melalui program pemerintah pusat.

Tanggungan asuransi ini dapat diberikan kepada para peternak jika sapi milik mereka terkena insiden kecelakaan yang membuat sebagian tubuh terluka atau bahkan sampai mati di tempat. Para peternak ini berhak mendapatkan santunan hingga Rp 10 juta.

Hal tersebut seperti diutarakan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, drh Riyanto. Menurut dia, selain kecelakaan, sapi yang menjadi korban insiden kebakaran juga mendapatkan uang pengganti dengan nilai tertinggi Rp 10 juta. Bahkan, sapi yang hilang pun juga dicover asuransi ini.

“Tidak hanya jika ada insiden sapi mati, tapi sapi hilang juga diberi ganti uang pengganti,” kata Riyanto, Kepala Dinas Pertenakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan, Selasa (9/10).

Diungkapkan drh Riyanto, pada 2017, sebanyak 500 peternak di Kabupaten Grobogan ini sudah mengasuransikan ternak mereka.

“Beberapa mendapat keuntungan dengan program asuransi ini. Seperti peternak dari Gubug, sapinya yang hilang mendapat asuransi Rp 10 juta. Ada juga yang sapinya sakit karena terpeleset. Nilai tanggungan tertinggi yang diberikan hanya Rp 10 juta,” katanya.

Di tahun 2018 ini, lanjut Riyanto, jumlah peternak di Kabupaten Grobogan yang tercover asuransi meningkat hingga dua kali lipat.

“Nilai premi tetap sama Rp 40 ribu per tahun dan nilai klaim asuransi masih sama yakni Rp 10 juta membuat peternak banyak yang mengasuransikan hewan ternak mereka,” tambah Riyanto.

Riyanto juga memaparkan, Dinas Perternakan dan Perikanan juga ikut mengupayakan para peternak dan warga dengan membantu di bidang permodalan dan pemasaran.

“Dalam kegiatan expo tahunan kemarin, kami juga memberi kesempatan peternak dan perbankan. Agar peternak bisa mendapat modal usaha,” tambahnya. (Ag-Mj)