GROBOGAN, Mediajateng.net – Musibah gempa bumi diikuti tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala, Sulawesi, sepekan lalu, membuat ratusan siswa-siswi SD dan SMP Islam Integral Kota Purwodadi berempati terhadap para korban. Bentuk empati mereka dilakukan dengan penggalangan dana yang dilakukan di perempatan R. Soeprapto (eks PUK), Selasa (02/10/2018) pagi.

Sebanyak 50 siswa yang terdiri dari kelas VII, VIII dan IX ini menggalang dana dari para pengendara motor yang tengah berhenti saat lampu merah di perempatan tersebut. Nantinya, hasil penggalangan dana ini langsung diteruskan kepada para korban gempa dan tsunami di Sulteng melalui para relawan Baitul Mal Hidayatullah.

Terlihat para pengendara tidak keberatan menyisihkan sebagian uang mereka untuk didonasikan melalui para siswa tersebut. Mereka justru mendukung apa yang dilakukan para siswa dengan kegiatan ini.

“Sebenarnya saya sudah pengen banget untuk mendonasikan tapi lewat apa saya belum berpikir sampai di situ. Pas berhenti di lampu bangjo, melihat anak-anak ini menggalang dana, saya sisihkan sebagian yang saya punyai untuk didonasikan kepada para korban. Semoga ini bermanfaat,” ujar Bagas, warga Purwodadi.

Sementara itu, Kepala Sekolah Integral Luqman Al Hakim Purwodadi, Ahmad Basori mengatakan, tujuan kegiatan penggalangan dana tersebut juga difokuskan untuk melatih kepekaan serta meningkatkan rasa kepedulian siswa terhadap sesama dan turut membantu meringankan beban para korban bencana.

“Hari ini kita lakukan kegiatan penggalangan dana untuk para korban gempa dan tsunami di kota Palu dan Donggala. Tujuannya yaitu selain membantu meringankan beban para korban bencana juga untuk melatih kepekaan serta meningkatkan rasa kepedulian siswa terhadap sesama. Rencananya kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan, dimulai hari ini. Siang nanti juga akan diadakan doa bersama dan sholat gaib di sekolahan,” kata Basori, sapaan akrabnya.

Basori menambahkan pihak yayasan yang menaungi sekolah tersebut juga mempunyai pondok pesantren Hidayatullah di Kota Palu.

“Alhamdulilah, meskipun bangunannya banyak yang hancur namun para santri dan gurunya selamat semua. Nanti siang donasi yang terkumpul akan langsung kita kirim ke Baitul Mal Hidayatullah dimana tenaga relawan kita sudah berada disana sejak hari pertama setelah kejadian. Di sana kita juga telah mendirikan beberapa Posko TASK (Tim Aksi Siaga Kemanusiaan), di antaranya, Posko Induk dan Dapur yang ada di pesantren Hidayatullah Palu, Posko Distribusi Bantuan di masjid Agung Darussalam dan Posko Transit Logistik dikantor BMH Sulawesi Barat,” tambahnya. (Ag-Mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.