SEMARANG, Mediajateng.net, – Dengan berkembangnya dunia kedokteran yang modern sekarang ini, pemeriksaan genomic atau genetik tidak hanya untuk mendiagnosa penyakit, tapi bermanfaat juga untuk mengetahui minat bakat seseorang, berdasarkan gen dalam diri mereka.

Hal tersebut disampaikan,  salah satu narasumber dalam seminar dokter bertema”Good Doctor for Better Disease Prevention-Seminar on Dieases Prevention Through The Power of Genomic Testing”, konsultan genetik,  Gerald Pals, PhD,  Sabtu (5/7) di Pesonna Hotel Semarang.

Menurutnya, pemeriksaan genetic memang belum familiar di Indonesia. Namun seiiring dengan memasuki era next Generation Medicine,  pemeriksaan Genomik ini adalah inovasi baru dan penting untuk mempelajari genom.

“Sehingga memahami bagaimana dan apa akibat dari interaksi antar gen serta pengaruh lingkungan terhadapnya,”katanya.

Pada kesempatan yang sama, Assistant Product Manager PT Prodia Widyahusada Tbk, Rina Triana mengatakan, pemeriksaan genomik membuka paradigma baru dalam menilai risiko penyakit yang mendukung preventif medicine, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Salah satunya CArisk, untuk mendeteksi resiko penyakit kanker, yang tiba-tiba bisa datang. Baik yang memiliki resiko penyakit kanker dari tinggi sampai rendah.

“Kami juga menyediakan layanan Prodia Genomic, yang merupakan salah satu layanan yang disediakan Prodia untuk pemeriksaan genomic dengan teknologi terbaru seperti microarray. Sehingga saat ini di Indonesia pemeriksaan genomic tidak perlu dikirim ke luar negeri, tapi bisa dilakukan disini,”terangnya.

Sedangkan untuk antusias masyarakat sendiri, lanjut Rina saat pertama kali diadakan tahun lalu, tidak siduga masyarakat langsung antusias dan banyak yang memeriksakan diri. Dimana setelah diperiksa, mereka akan memperoleh rekomendasi dari konsultan genetik.

“Memberikan rambu-rambu pola hidup dan pola makan agar terhindar dari resiko berbagai penyakit, sebagai langkah preventif kita.  Adapun untuk biaya satu kali pemeriksaan genomic, yang pertama kali sekitar Rp 10 juta, dan biaya pemeriksaan selanjutnya  lebih  murah yaitu Rp 5 juta,” imbuhnya yang didampingi Marketing Communications Manager PT Prodia Widyahusada, Reskia Dwi Lestari. (ot/mj)