SEMARANG, Mediajateng.net, -Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta fasilitas umum yang kerap dimanfaatkan warga, untuk tetap dirawat. Seperti fasilitas lapangan sepakbola di wilayah Kecamatan Semarang Tengah, yang dibiarkan rumputnya kering dan ada beberapa bagian lapangan yang dalam kondisi gundul.

Walikota Semarang mendapati lapangan yang kurang terawat itu saat dirinya menghadiri acara pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (29/6).

Melihat kondisi lapangan yang memprihatinkan itu, Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut langsung menegur Camat Semarang Tengah Abdul Haris.

“Itu dirawat Pak, sering disirami biar rumput-rumputnya tidak pada kering. Eman-eman kalau rumputnya kering rusak, gersang,” ucap Hendi sambil menunjuk beberapa bagian lapangan yang rumputnya kering.

Diketahui, lapangan sepakbola tersebut sering digunakan oleh warga dari beberapa Kelurahan di sekitar lapangan seperti; Kelurahan Kembangsari, Kelurahan Batan Miroto dan sekitarnya.

Termasuk, digunakan sebagai Lapangan Olahraga oleh beberapa sekolah disekitar Kecamatan Semarang Tengah seperti SDN Negeri Miroto yang ada di dekat lapangan tersebut.

Apalagi, saat Hendi dikonfirmasi media mengungkapkan jika lapangan itu dulu dibangun atas inisiatif pribadinya. Sehingga jika melihat kondisi Lapangan Kecamatan Semarang Tengah buruk, Hendi merasa sedih dan prihatin.

“Kita bangun waktu itu, saya inisiatornya. Kemudian kalau melihat kondisinya tidak terawat, ngenes, prihatin. Maka Pak Camat saya minta untuk merawat,” pintanya.

Sebelumnya, Hendi juga menyesalkan terjadinya insiden rumput Lapangan Pancasila di kawasan Simpang Lima Kota Semarang, kondisinya rusak karena diinjak-injak oleh warga yang kebetulan saat itu menghadiri acara Safety Riding yang digagas oleh Polda Jateng, Minggu (23/06).

Dalam akun instagramnya, Hendi mengunggah sebuah video beberapa perempuan menginjak-njak tanaman di sekitar Lapangan Simpanglima.

Hendi dalam tulisannya berkomentar; “Car Freeday Simpang Lima Minggu (23/06), Bangunnya Sulit Sis Please Jangan Diinjak.” Unggahan itupun mendapat ratusanwarga yang jumlahnya sekitar 437 komentar dari para warga.

Hendi menghimbau supaya prilaku hidup tertib, rapi dan memelihara kelestarian taman dan lapangan supaya tetap digalakan dan dilakukan bersama-sama seperti dalam konsep pembangunan Kota Semarang; “Bergerak Bersama”. (ot/mj)