KENDAL, Mediajateng.net – Kesenian barongan dipilih anggota DPR RI dari Komisi IV, Fadholi sebagai media sosialisasi Empat Pilar kebangsaan di lapangan Gebang Kecamatan Gemuh Kendal Jawa Tengah, Selasa (28/08).

Dipilihnya kesenian Barongan, menurut Fadholi, karena seni tradisi itu disukai oleh banyak masyarakat. Baik itu anak-anak, remaja, maupun orang tua. “Lewat kesenian lebih bisa berhasil daripada hanya omongan belaka,” kata Fadholi.

Menurut wakil rakyat dari Partai Nasdem tersebut, Empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, harus dipahami dan dihayati oleh masyarakat.
“Oleh sebab itu, kami terus melakukan sosialisasi ke masyarakat,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Mayjend IGK. Manila, yang ikut hadir dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan, menambahkan sosialisasi dengan menggunakan kesenian Barongan, sudah tepat. Sebab masyarakat lebih betah dan bertahan sampai hiburan selesai.
“Ini juga sekaligus untuk melestarikan budaya asli Indonesia,” kata Manila.

Supaya tidak monoton, Manila, berharap ada kreatifitas dari para seniman Barongan. Gerakan dan musiknya disesuaikan dengan perkembangan jaman.
“Sehingga tidak membosankan,” tambahnya.

Senada dengan IGK. Manila, Kepala Biro Humas Sekjen MPR RI, Siti Fauziah, mengatakan kesenian Barongan ini, bisa digunakan untuk sosialisasi empat pilar kebangsaan di tempat yang berbeda. Sebab antusias masyarakat yang datang untuk melihat kesenian tradisional ini sangat banyak.

“Sehingga sosialisasi empat pilar kebangsaan bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat,” katanya.

Terkait dengan hal itu, Bupati Kendal, Mirna Anissa, yang juga hadir dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan, menjelaskan kesenian Barongan berkembang baik di masyarakat. Pelakunya tidak hanya anak muda tapi juga orang tua dan anak-anak.

“Kita bisa lihat tadi. Penabuh gamelannya ada orang tua dan anak muda. Pemain Barongan dan penarinya, ada remaja dan anak-anak,” kata Mirna.

Mirna, berharap perkembangan kesenian Barongan ini, juga bisa diikuti oleh kesenian kesenian tradisional lain. Sehingga anak-anak tahu dan mencintai kesenian asli daerahnya.

3 KOMENTAR

Comments are closed.