GROBOGAN, Mediajateng.net – Usai Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 di alun-alun Kota Purwodadi, Polres Grobogan melaksanakan pemusnahan miras di jalan Gatot Subroto tepatnya di depan kantor Setda Kabupaten Grobogan. Selasa (28/5) pagi.

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq mengungkapkan, minuman keras dari berbagai jenis yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil dari razia operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama bulan Ramadhan dan pemusnahannya dilakukan dengan cara dilindas menggunakan tandem roller atau alat pemadat aspal.

“Sebanyak 5.034 miras ini merupakan hasil razia operasi Penyakit Masyarakat selama bulan Ramadhan ini, pumasnahannya nanti dilakukan dengan cara dilindas menggunakan tandem roller”, ungkap Kapolres

Miras sebanyak 5.034 yang dimusnakan tersebut terdiri dari 52 botol congyang, 237 botol anker bir, 61 botol Guiness, 120 botol bir bintang, 82 botol bir Prost, 270 botol bir Draft, 965 botol anggur merah, 3247 botol ciu dan 13 jerigen arak.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, adanya penyitaan miras ini untuk menurunkan angka kriminalitas di Kabupaten Grobogan.

Hadir dalam kegiatan ini, jajaran Forkopimda yakni Bupati Grobogan Sri Sumarni, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta, Ketua PN Purwodadi Chyrilla Endah, perwakilan Kejari Grobogan, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, miras berdampak negatif bagi lingkungan dan kerap memakan korban. Bahkan, miras juga menyebabkan banyaknya korban meninggal.

“Banyak korban meninggal dunia karena miras. Maka, sangat berkepentingan untuk memusnakahnnya. Hal ini juga penting karena dapat melindungi generasi muda. Untuk mengakomodasi hal ini, maka kita terbitkan Perda nomor 15 tahun 2014 tentang ketertiban umum,” pungkas Sri Sumarni. (Ag-MJ)