SEMARANG, Mediajateng.net – Dinas Pendidikan Kota Semarang memilih menggabungkan beberapa Sekolah Dasar menjadi satu sebagai langkah penyelesaian sepinya peminat. Namun pihak Dinas Pendidikan Kota Semarang bakal melakukan koordinasi lebih lanjut dengan beberapa dinas.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, penggabungan sekolah dasar telah dilakukan di beberapa sekolah dasar. “Kalau sering kekurangan siswa ya harus di-marger, bahkan penggabungan ini sudah terjadi di beberapa SD di Kota Semarang. Namun ada kajian dan indicator lainnya terhadap lingkungan sekitar terlebih dahulu,” ungkap Bunyamin kepada Mediajateng.net, kemarin.
Selain itu, pihaknya mengaku tidak bisa langsung menutup sekolah yang kekurangan siswa karena melihat berbagi faktor yang ada di lingkungan sekolah. “Selain tetap menunggu perkembangan, kami juga harus berkoordinasi dengan dinas lain,” kata dia.
Menurut Bunyamin, langkah penggabungan sekolah tidak boleh dilakukan sembarangan. Harus ada kerjasama dengan Dinas Kependudukan yang memiliki data pertumbuhan penduduk. Hal ini dilakukan setiap tahunnya karena usia sekolah anak-anak berbeda-beda,” tandas dia.
Jika langsung dimarger, lanjut Bunyamin, dua sampai tiga tahun ke depan siswa sekolah mengalami peningkatan malah akan merugikan masyarakat. “Syaratnya memang harus dihitung data penduduk usia sekolah, kalau memang tidak ada data penduduk usia sekolah baru akan dimarger dengan sekolah terdekat. Saat ini kami masih memantau sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa,” kata dia. (MJ-069)

4 KOMENTAR

  1. Having read this I thought it was very enlightening. I appreciate you spending some time and energy to put this information together.
    I once again find myself spending a lot of time both reading and leaving
    comments. But so what, it was still worth it!

Comments are closed.