Saukeling’ , Cara Polres Demak Tangkal Hoax

5

Demak, Mediajateng.net – Banyak cara dilalukan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas.

Salah satu cara yang dilakukan oleh aparat Polres Demak , dengan sholat Jumat berjamaah. Melalui program Safari Jumat Keliling (Saukeling) ke desa – desa itu, jajaran Polres Demak dapat menyampaikan pesan kamtibmas, anti berita bohong (hoax) maupun program – program Polri.

Saat melakukan Saukeling di Masjid Jami’ Baitullah, Desa Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganyar, Jumat (16/3/2018) lalu, Waka Polres Demak, Kompol Ibnu Bagus Santoso mengajak
masyarakat agar selektif terhadap segala informasi yang mereka terima.

Terlebih informasi melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twiter
yang berisi konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,
mengandung ujaran kebencian maupun memuat isu sara.

” Mari bermedsos denga bijak. Jangan mudah percaya dengan isu-isu yang berkembang di media sosial. Sharing dulu informasi yang masuk, sebelum kita sebarluaskan,” kata Kompol Ibnu.

IMG-20180318-WA0019

Perwira murah senyum itu menambahkan, peran seluruh masyarakat sangatlah penting dalam pengawasan penggunaan teknologi, khususnya media sosial. Jangan sampai kita sebagai masyarakat timur yang dikenal kesantunannya, terjerumus ke dalam hal – hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun bangsa dan negara.

“Para Kyai, Ulama dan Masyarakat, kami himbau ikut membantu memelihara stabilitas keamanan nasional. Selama Pilgub Jateng 2018 berlangsung, jangan sampai ada isu sara dan hoax nantinya dapat memecah belah kesatuan dan persatuan,” terangnya.

IMG-20180318-WA0016

Menurutnya, penyebar hoax dapat di pidanakan. Pelaku penyebar hoax bisa dijerat Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam pasal tersebut disebutkan, bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

“Polri belum lama ini berhasil menangkap jaringan penyebar berita hoax. Polri juga mengingatkan kepada oknum penyebar hoax agar tidak melakukan perbuatannya lagi, karena pasti akan terbongkar,” tandasnya.

Comments are closed.