Semarang-mediajateng.net

Dalam rangka Hari Raya Nyepi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah mengusulkan pemberian remisi khusus bagi narapidana yang memeluk agama Hindu.

Dari 44 Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Jawa Tengah, hingga Senin (27/3) hanya ada 1 napi yang diusulkan memperoleh remisi khusus itu. Bernama Arya Gede Oke Satya Waringin yang saat ini menghuni Rutan Surakarta.

“Kasus perlindungan anak, terpidana 5 tahun penjara dan denda Rp1juta. Yang bersangkutan ditahan sejak 21 Juni 2016, jadi sudah sekira 9 bulan menjalani hukuman . Syarat pemberian remisi telah menjalani (hukuman) 6 bulan,” ungkap Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Bambang Sumardiono, saat ditemui di kantornya, Jalan Dr Cipto Kota Semarang

Bambang menyebut Arya diusulkan ke pusat mendapat remisi 15 hari. Remisi khusus ini diberikan kepada penganut agama Hindu.

“Mudah-mudahan cepat (prosesnya), sehingga hari ini bisa langsung kami berikan remisi kepada yang bersangkutan,” lanjutnya.

Diketahui, pemberian remisi ini tidak diberikan begitu saja. Ada syaratnya, yakni berkelakuan baik dan memenuhi persyaratan sesuai dengan perundang – undangan. Regulasinya; Undang – Undang nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, PP nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan sebagaimana diubah PP nomor 28 Tahun 2006 dan PP nomor 99 Tahun 2012, Keputusan Presiden nomor 174 tahun 1999. Sementara aturan pelaksanaannya adalah Peraturan Menkumham nomor 21 Tahun 2013.

Remisi juga diberikan untuk mendorong dan memotivasi napi untuk terus berkelakukan baik, mengurangi dampak buruk di dalam penjara atau pemasyarakatan dan bertujuan untuk mempercepat reintegrasi sosial (MJ-303)