SEMARANG, (MEDIAJATENG) – Kejadian kebakaran di Kota Semarang akhir-akhir ini kerap terjadi. Musim kemarau yang terus berkepanjangan pada tahun ini ternyata tidak hanya berdampak pada krisis air. Bahkan, kejadian kebakaran di musim kemarau ini hingga kini telah terjadi 191 kasus peristiwa kebakaran.
Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Supriyanto mengatakan, dari evaluasi peristiwa kebakaran di tahun 2015 dengan jumlah tahun 2014 hampir seimbang. Tercatat pada tahun 2014 mencapai sebanyak 267 peristiwa kebakaran.
“Pada tahun 2015 mulai Januari hingga Agustus sudah terjadi 191 kasus peristiwa kebakaran. Bila di rata-rata dalam waktu satu bulan sekali 2-3 kali m bakaran. Jumlah terbesar terjadi bulan Agustus tercatat 48 kasus peristiwa kebakaran, di mana puncak kemarau mulai terjadi,” ujarnya, Rabu, (2/9).
Menurutnya, faktor alam dan kelalaian manusia menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Karena itu memasuki musim kemarau panjang seperti saat ini, masyarakat diminta mewaspadai hal-hal yang bisa berpotensi jadi penyebab sebuah kebakaran.
‘’Percikan api yang kecil mudah menyulut api cepat membesar dan mengakibatkan terjadinya kebakaran. Mari selalu mewaspadai situasi rumah kita masing-masing, dengan barang-barang elektronik, atau kelalaian lain, agar bisa terhindar dari kebakaran, karena banyak potensi di sekitar kita,’’ katanya.
Pihaknya juga tidak mengelak, pada musim hujan bukan berarti tidak mungkin terjadi musibah kebakaran. Namun dengan intensitas kecil. Selain itu, pihaknya juga nengakui sering mendapat tudingan terkait keterlambatan mobil pemadam ditempat kejadian.
“Saya mengakui hal itu. Tetapi, apakah masyarakat tahu dan paham kendala yang dihadapi Dinas Pemadam Kebakaran terhadap peristiwa kebakaran yang dilaporkan saat itu, butuh waktu satu atau dua menit telah sampai di Dinas Pemadam Kebakaran, selanjutnya, hanya dalam itungan lima menit, api sudah membumbung tinggi dipicu lagi dengan cuaca panas dan angin kencang,” katanya.
Pihaknya menambahkan, mobil pemadam kebakaran dari kantor di Jalan Kokrosono Semarang Barat menuju ke lokasi kebakaran juga masih mendapat kendala lalu lintas di jalan raya. Selain itu kendala lain terkait sempitnya jalan masuk ke lokasi dan rendahnya portal juga menjadi kendala petugas pemadam dilapangan.
“Kami sering menjumpai, saat ada peristiwa kebakaran, masyarakat tidak memberikan jalan untuk kelancaran mobil pemadam kebakaran masuk ke lokasi kebakaran. Mereka malah berkerumun di sekitar peristiwa kebakaran, sehingga menyulitkan mobil pemadam kebakaran menerobos mendekat lokasi tersebut,” tambahnya.
Sementara itu Kabid Pelatihan dan Penyuluhan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Daniel Sandanafu mengatakan, pihaknya telah memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat, karyawan hotel, rumah sakit dan instansi lainnya. Penyuluhan dan pelatihan tersebut untuk mengantisipasi dan pencegahan dini terhadap api supaya tidak membesar.
“Kami sudah beberapa kali memberikan pembinaan dan pelatihan terhadap masyarakat, karyawan rumah sakit, hotel dan instansi untuk mengantisipasi musibah kebakaran,” katanya.(MJ010)

1 KOMENTAR

Comments are closed.