Semarang-mediajateng.net

Latihan terjun di pantai Marina Semarang oleh 11 anggota TNI dari Kesatuan Komado Pasukan Khusus ( Kopasus ) Grup III Sandi Yuda Cijantung terkendala angin kencang. Akibatnya dua anggota Kopasus terhempas ke perairan Semarang satu selamat dan satu masih belum ditemukan.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi pada Selasa (7/2) sekitar pukul 07.15 WIB saat itu 11 penerjun membawa helikopter menuju pantai Marina. Kesebelas orang itu sedang melakukan praktek lapangan.

Saat cuaca buruk terjadi, 9 penerjun sudah mengabarkan kepada posko yang dibuat oleh Pusdik Penerbad di lapangan Marina dengan kondiisi selamat. Sedangkan dua orang masing masing Serda Beni dan Sertu Danang terhenpas di laut.

Serda beni berhasil diselamatkan oleh Kru KRI FIGCA milik TNI AL sedangkan Sertu Danag belum ditemukan. Sekira pukul 09.30 Nelayan Tambak Lorok menemukan parasut yang dikenakan Sertu Danang , sedang pada pukuk 10.00 helm bernomor 19 ditemukan oleh anggota Pol Air Polda Jateng yang saat itu ikut melakukan pencarian.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi mengatakan 11 anggota TNI yang melakukan latihan di Semarang tersebut dari Kopassus yang datang dari Jakarta.

“Ini Kopassus dari Jakarta. Latihan terjun rutin dan terprogram, tempatnya bisa pindah-pindah,” kata Jaswandi di gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa (7/2)

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI dan Polri langsung melakukan pencarian terhadap satu anggota Kopassus yang masih belum diketahui keberadaannya. Jaswandi menambahkan, anggota yang belum ditemukan bernama Sertu Danang.

“Sertu Danang, ya yang masih kita cari. Ini tentunya karena ada angin,” tandasnya.

Pangdam IV/Diponegoro langsung menuju lokasi pencarian di pantai Marina setelah menghadiri acara di gedung Gradhika Bhakti Praja. Sementara itu pencarian terus dilakukan oleh tom SAR gabungan. Basarnas sendiri sudah mengerahkan 30 anggota untuk pencarian. ( MJ-30 )

1 KOMENTAR

Comments are closed.