Cilacap – Kepolisian Resor Cilacap Polda jateng mengamankan 10 ton bawang putih yang tidak dilengkapi dokumen yang resmi dari gudang milik 2 orang pedagang yang beralamat di Desa Kroya Cilacap.

Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto mengatakan bahwa bawang putih tersebut diamankan dari Sudi dan Tri pedagang yang beralamatkan di Kecamatan Kroya Cilacap. Lebih lanjut Kapolres mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait pembentukan satgas pangan antisipasi lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok di pasaran menjelang puas dan hari raya.

Tindak lanjut dari instruksi Presiden tersebut kabupaten Cilacap membentuk tim satgas pangan dengan kegiatan melakukan pemeriksaan kegiatan terkait dugaan penimbunan atau menaikan harga komoditas pangan di wilayah Cilacap.

“Dari 10 ton bawang putih yang diamankan diduga berasal dari Cina dimana dari pemiliknya belum bisa menunjukan surat surat atau dokumen barang tersebut” kata Kapolres dalam rikis kepada medijateng Sabtu (27/5)

Untuk menuntaskan permasalahan tersebut Polres Cilacap bekerja sama dengan pihak karantina, Bea Cukai dan perijinan Kabupaten Cilacap.

“Bila barang tersebut didapat dari hasil Ilegal maka kami tindak dengan pasal penyelundupan barang namun jika perijinan yang belum ada maka bisa di kenakan sangsi administrasi sesuai dengan UU pangan dan UU perdagangan karena belum mengantongi surat ijin usaha Perdagangan ( siup) dan TDP ( tanda daftar Perusahan ) dan TDG ( tanda daftar gudang )” tegas Kapolres.

Barang tersebut informasinya sudah dijual dengan harga perkilo Rp 35.000 kepada pengecer dan pengecer kepada konsumen sekitar 60 ribu sehingga bisa berdampak terhadap Kenaikan harga bawang Putih.

Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh satgas pangan minimal bisa mencegah penimbunan Bawang Putih dan harga barang masih bisa dikontrol. (MJ-303)