SEMARANG, Mediajateng.net – Ratusan Potensi SAR termasuk personel Badan SAR Nasional (Basarnas) digembleng dalam peningkatan keterampilan pencarian dan pertolongan di gunung dan hutan. Sedang lokasi pelatihan berada di wana wisata Baturaden dan Gunung Slamet Jawa Tengah.

Kegiatan ini diikuti 205 peserta, selama 4 hari terhitung Kamis (22/9) hingga Minggu (25/9/) 2016. Materi pelatihan meliputi medical first responder (MFR), survival, SAR sistem dan navigasi darat.

Menurut Direktur Bina Ketenagaan dan Pemasyarakatan Basarnas, Agus Sukarno, mengatakan kegiatan itu secara khusus digelar agar anggota maupun potensi SAR punya peningkatan keterampilan pencarian dan pertolongan di kawasan gunung dan hutan. “Gunung Slamet dipilih untuk latihan karena punya sisi geografis dan karakteristik ideal bagi pelaksanaan latihan gunung dan hutan,” ungkapnya melalui siaran pers yang diterima Mediajateng.net Jumat (23/9)

Potensi dan tantangannya, sebut dia, di antaranya; curah hujan tinggi dan track pendakian yang beragam. Potensi-potensi ini sangat bagus untuk pelatihan keterampilan.

Meskipun latihan, Agus Sukarno yang membacakan sambutan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Bambang Soelistyo, berpesan agar personel selalu hati-hati. Mengedepankan keselamatan. “Kegiatan ini bersentuhan dengan alam. Jangan pernah melawan atau meremehkan alam, jangan gegabah. Meski di antara kita sudah merasa mampu atau menguasai petualangan alam bebas,” tambahnya

Sementara itu Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono, menyambut baik kegiatan ini. “Selain meningkatkan keterampilan, latihan  ini juga menjadi ajang silaturahmi antara Basarnas dengan Potensi SAR yang ada di Jawa Tengah, sehingga akan meningkatkan koordinasi dan keberhasilan Operasi SAR,” tambah Agus Haryono.

Selain melakukan latihan, Basarnas juga menggelar bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga Desa Kemutuk Lor, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas (MJ-303)

Comments are closed.