Purbalingga – mediajateng.net

Seorang pendaki bernama Makhfud (18) dikabarkan tergelincir dan masuk ke jurang di sekitar puncak Gunung Slamet, Minggu (9/7). Korban merupakan santri Pondok Pesantren Alfalah, Babakan, Kabupaten Tegal.

Polsek Karangreja Polres Pubalingga yang mendapatkan laporan kejadian langsung mendatangi Pos Pendakian di Dusun Bambangan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja Purbalingga. Hingga malam ini, petugas Polsek Karangreja masih berkoordinasi dengan tim SAR dan memantau perkembangan di pos pendakian Bambangan.

Kapolsek Karangreja, AKP Jadiman mengatakan, pihaknya belum mengetahui kondisi terakhir korban. Sebab hingga malam ini Tim SAR belum berhasil melakukan proses evakuasi karena terkendala medan dan cuaca.

“Kami berharap kondisi korban masih selamat. Kami terus berkoordinasi dengan tim SAR untuk proses evakuasi terhadap korban. Diharapkan besok evakuasi bisa berjalan dengan lancar tanpa gangguan cuaca sehingga korban dapat diselamatkan,” ujar Jadiman dalam rilisnya yang dikirim ke mediajateng.net senin (10/7)

Sementara itu Kepala Pos Pendakian Gunung Slamet Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Slamet Ardiansah mengatakan, korban sebelumnya mendaki dari Pos Bambangan pada Sabtu (8/7/2017) siang. Ia mendaki bersama dengan enam orang lainnya.

“Tadi siang kami mendapat kabar, pendaki tersebut sampai puncak dan terpeleset masuk ke jurang. Kita sudah berusaha kirimkan tim untuk mengecek namun belum bisa dilakukan evakuasi karena terkendala cuaca,” katanya.

Karena terhalang cuaca yang buruk dan kondisi medan yang terjal, terpaksa proses evakuasi ditunda esok pagi. Hal ini dilakukan juga untuk keselamatan tim SAR. Selain itu tim tengah mempersiapkan alat yang memadai demi kelancaran proses evakuasi (MJ-303)