Grobogan awali Samusabu. Kegiatan dibuka bupati dengan mengalungkan tanda peserta. Foto : Tri Agung

GROBOGAN, Mediajateng.net- Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan telah sukses dalam programnya yakni Satu Guru Satu Buku (Sagu Sabu) yang disasarkan pada guru-guru se Kabupaten Grobogan.

Kepada Mediajateng.net dijelaskan, program serupa juga dilaksanakan dengan sasaran para siswa. Yakni melalui program Satu Murid Satu Buku (Samusabu).

Untuk menggerakkannya, Dinas Pendidikan mengadakan workshop edisi kedua di Ballroom Kriyad Hotel Grand Master Hotel Purwodadi, Sabtu-Minggu (9-10/2/2019) kemarin.

Data Mediajateng.net, dari prediksi panitian untuk meraih puluhan peserta, ternyata kegiatan menyedot perhatian sebanyak 260 peserta.

Alhasil, jumlah siswa yang mengikuti workshop mengalami kenaikan mencapai 1.000 persen.

Sebanyak 97 siswa tingkat SD, SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Grobogan.

Salah satu peserta yang hadir di sini adalah Garneta Ayu Aurelia, siswi kelas IV SDN 4 Purwodadi.

Putri pertama pasangan Indri Velawati dan Agus tersebut juga merupakan cucu pertama Bupati Grobogan, Sri Sumarni.

Dalam sambutannya, Bupati Grobogan Sri Sumarni menorong gerakan literasi atau menulis di Kabupaten Grobogan lebih ditingkatkan.

Tidak hanya fokus pada guru saja. Namun, sedari dini, siswa dilatih menulis. Dengan itu, siswa dapat mengembangkan diri melalui dunia literasi.

“Saya memang mendorong agar tidak hanya guru saja yang dilatih jadi penulis. Para pelajar di Grobogan juga harus dilatih supaya bisa jadi penulis. Saya berharap peserta workshop Sasisabu ini nantinya bisa jadi penulis hebat sehingga bisa membawa kebanggan bagi Kabupaten Grobogan. Termasuk cucu saya yang kebetulan ikut workshop Sasisabu ini,” kata Sri Sumarni.

Dalam gelaran wokshop ini, Dinas Pendidikan Grobogan bekerja sama dengan Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG) dan Media Guru dengan narasumber CEO Media Guru Muhammad Ihsan dan Pemred Media Guru Eko Prasetyo dan beberapa pelatih dari Media Guru.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat mengungkapkan, jumlah pelajar yang ikut dalam workshop Samu Sabu ini mendapat antusias dari para guru dan murid.

“Awalnya kami menargetkan pesertanya hanya 25 orang saja. Namun ternyata jumlah pesertanya mendekati 100 orang. Ini sangat mengejutkan sekaligus menggembirakan,” tambahnya.

“Saya sangat mengapresiasi pihak sekolah yang sudah mengirimkan peserta didiknya dalam workshop ini. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kami gelar,” katanya

“Semoga hasilnya sukses seperti workshop Sagusabu yang fokusnya hanya pada kalangan guru,” ungkap Amin Hidayat. (Ag-Mj)

Berita juga bisa dibaca di Grobogannews.com