SEMARANG, Mediajateng.net – Usai terbentuknya Wali Care Foundation, yayasan sosial bentukan Wali Band yang bergerak di bidang corporate social responsibility (CSR), utamanya memperbaiki atau membangun mushola di perkampungan di seluruh Indonesia. Mereka pun menargetkan menggarap seratus mushola hingga akhir 2016 mendatang.
Band yang digawangi oleh Faank (vocal), Apoy (gitar), Tomi (drum), dan Ovie (keyboard) ini tengah gencar mengenalkan yayasan sosial Wali Care Foundation. Mereka mengklaim, yayasan ini telah resmi berbadan hukum. Jadi bukan produk ilegal atau sekadar mencari keuntungan. “Berbagai kegiatan sosial kami lakukan di Wali Care Foundation ini, seperti santunan kepada anak yatim piatu dan manula, sekolah gratis, pemberian bantuan kepada korban bencana alam, hingga renovasi mushola,” kata Apoy baru-baru ini.
Yayasan tersebut ditangani langsung oleh Wali dan volentir dari fans Wali masing­masing Chapter daerah. Mereka memiliki target renovasi mushola di Indonesia hingga 100 bangunan mushola. Meskipun saat ini masih lima mushola yang sudah dilakukan renovasi. “Lima mushola itu ada di Banten, Pandeglang, dan Tangerang. Kami berharap bisa merealisasikan target kami 100 mushola dilakukan renovasi,” kata Faank.
Dalam waktu dekat, Wali Care Foundation juga akan melakukan renovasi mushola di daerah Bogor. “Kami berharap bisa memperbaiki pula mushola yang ada di Semarang. Kami tunggu proposalnya masuk ke yayasan kami,” ujarnya.
Adapun biaya yang harus dikeluarkan Wali Care Foundation untuk renovasi satu mushola yakni sebesar Rp 42 juta. “Sehingga jika target kami mencapai 100 mushola dilakukan renovasi, maka biaya yang harus dipersiapkan dikisaran Rp 4,2 miliar,” bebernya.
Untuk memenuhi target tersebut, lanjutnya, setiap kali manggung fee yang didapat Wali dipotong 2,5 persen untuk dialokasikan ke yayasan tersebut. “Selain itu kami juga menggalang dana dari berbagai donatur untuk keperluan berbagai kegiatan sosial ini. Harapannya bisa semakin bertambah donatur kami, dan langkah kami ini bisa dijadikan contoh band lain untuk tidak selalu mengejar profit namun juga terus menggerakkan misi sosial,” kata dia. (MJ-058)

6 KOMENTAR

Comments are closed.