DEMAK, Mediajateng.net – Pasca lebaran, Bulog Demak menjamin stok beras untuk Kabupaten Demak aman.

Stok beras di Gudang Bulog Demak saat ini masih mencapai 1500 ton, sehingga aman untuk kebutuhan dua bulan mendatang.

“Kebutuhan satu bulan sekitar 600 ton, jadi dua bulan ini kita aman. Apalagi kita juga sudah menyerap beras dari para petani, ” kata Sartono, Kepala Gudang Bulog Demak, Minggu (24/6).

Menurut Sartono, hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran, Bulog Demak langsung bekerja turun ke lapangan untuk menyerap beras dari petani dan mitra Bulog Demak. Terlebih sejumlah wilayah di Demak telah memasuki masa panen.

“Tidak ada duduk santai dan merokok. Masuk pertama kita langsung tancap gas. Pokoknya kerja kerja kerja, itu pesan bapak (Budi Waseso, Dirut Bulog),” ujarnya.

Hasilnya, pada hari pertama kerja, Kamis (21/6/2018) lalu, Gudang Bulog Demak mampu menyerap 110 ton beras dari mitra bulog. Dari Primkopad Demak sebanyak 50 ton, Gapoktan 30 ton dan Ana Jaya 30 ton.

“Sesuai standard bulog, harga pembelian kita Rp 8030 per kilogram. Tentunya, kualitas beras juga standard bulog, ” ucapnya.

Selain menyerap beras dari mitra, Bulog Demak juga jemput bola ke rice mill (tempat penggilingan padi) yang tersebar di wilayah Demak.

“Kami datangi rice mill kecil-kecil, door to door. Kita beli berasnya,” terangnya.

Dengan kapasitas gudang 11.500 ton, Bulog Demak akan berupaya melakukan pengadaan (menyerap beras) semaksimal mungkin.

” Pada Tahun 2017, kami dapat beras 22 ribu ton. Jumlah itu terbesar se Indonesia. Kita sampai pinjam 4 gudang untuk menyimpan beras,” tutupnya.