DEMAK, Mediajateng.net – Peserta Kirab Pemuda 2018 yang merupakan perwakilan pemuda dari 34 provinsi di Indonesia singgah di Kabupaten Demak. Rombongan disambut baik oleh Bupati Demak M. Natsir di Pendopo Kabupaten Demak, Sabtu (20/10/2018).

Kepada para peserta Kirab Pemuda, Bupati Natsir menyatakan bahwa pemuda harus ikut berperan aktif dalam pengawasan terhadap roda pemerintahan maupun pembangunan. Sebagai generasi masa kini, hendaknya para pemuda Indonesia juga dapat menjadi pemuda milenial yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

“Kemajuan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif tapi juga memberikan dampak negatif. Adanya informasi yang bersifat destruktif diantaranya pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme akan berdampak buruk bagi generasi muda kita. Untuk itu , para pemuda disini, harus dapat menjadi garda terdepan dalam membentengi generasi penerus kita dari dampak negatif perkembangan teknologi,” kata Bupati Natsir, seusai acara ramah tamah penerimaan peserta Kirab Pemuda 2018, di Pendopo Demak.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional Suryati, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng, Urip Suryabudi, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Demak.

Lebih lanjut Bupati Natsir menambahkan, pada tahun politik ini, hendaknya para pemuda bersama – sama saling menjaga kondusifitas, keamanan dan ketertiban baik sebelum maupun pasca pemilu 2019 yang digelar serentak.

“Perbedaan pendapat itu hal yang wajar, tapi jangan menjadikan sumber perpecahan. Persatuan dan kesatuan harus dijaga demi tegaknya NKRI,’ ujarnya,

Pada bulan Oktober ini, sambung Bupati Natsir, Kabupaten Demak akan mempunyai sejumlah gawe besar dan luar biasa padat acaranya, mulai dari Kirab Budaya menyambut kontingen Kirab Pemuda, gelar budaya kerja, lomba Mapsi , serta peringatan Hari Santri Nasional.

“Acara budaya kerja akan dihadiri sebanyak 350 OPD seluruh Indonesia. Nantinya digelar teatrikal budaya kerja dari kabupaten tetangga. Silakan menyaksikan gelaran yang dipertujukan,” bebernya.

Bupati Natsir juga menyampaikan bahwa di sektor pariwisata, selain wisata bahari, Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga menjadi salah satu andalan wisata religi di Kabupaten Demak.

“Kami memiliki wisata religi yang jumlah pengunjungnya kedua terbesar di Jawa Tengah setelah Borobudur, yakni masjid agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga. Kami juga memiliki wisata bahari yang sangat memukau dan juga wisata mangrove,” jelasnya

Sementara itu, Suryati, Kepala pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional, menyatakan bahwa, Kirab Pemuda diadakan dalam rangka persatuan dan kesatuan. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh peserta kirab diantaranya kampanye melawan hoak, radikalisme, dan sara. Disamping itu juga ada kegiatan bakti sosial. Kegiatan kirab pemuda pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Pada kirab pemuda tahun ini, peserta tidak menginap di hotel akan tetapi di rumah masyarakat atau yang biasa disebut homestay. Ini dimaksudkan agar peserta kirab bisa lebih membaur dengan masyarakat yang disinggahi,” katanya.

Pada acara penerimaan Kirab Pemuda tersebut, juga dilakukan pembacaan Ikrar Pemuda untuk keberagaman Indonesia oleh peserta perwakilan pemuda dari Wonosobo , Jateng dan penyerahan Panji Kirab Pemuda oleh perwakilan pemuda dari Papua , dilanjutkan penanda tanganan panji kirab 2018 oleh Bupati Demak, Kemenpora RI dan perwakilan Gubernur Jateng.

Untuk memeriahkan acara tersebut juga diadakan lomba fashion show budaya Demak oleh pemuda – pemudi Demak serta bazar yang diramaikan oleh 30 stand.