Semarang – mediajateng.net

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji memerintahkan anggotanya untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan di Liquid Caffe yang mengakibatkan salah satu penggunjung tewas setelah menjalani perawatan selama satu hari di RS Dr Kariadi Semarang . Selain itu Satreskrim Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Tengah langsung melakukan Garis Polisi ( Police line ) dan menutup Operasional Liquid Caffe hingga batas waktu yang tidak tidak ditentukan.

Tindakan tegas itu dilakukan Polisi terkait Bentrok antar dua kelompok pengunjung Liqiud Cafe, Jalan Thamrin, Semarang Tengah, Selasa (17/10)
sekitar pukul 02.00 dini hari. Dalam peristiwa tersebut salah satu dari mereka yakni Muhammad Yusuf (24), terpaksa dilarikan ke RSUP dr Kariadi lantaran mengalami luka robek dan bengkak di bagian kepala akibat pukulan. Namun sayangnya beberapa jam setelah
mendapat perawatan medis di rumah sakit tersebut warga asal desa Kauman, Wedung, Demak dinyatakan meninggal.

“Kedua kelompok yang berbeda itu duduk di sofa yang posisinya bersebelahan. Lalu saat berjoget tubuh korban yang terus bergerak bersenggolan dengan kelompok pelaku yang juga sedang berjoget,” terang Kapolrestabes Semarang
Kombes Abioso Seno Aji, saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Rabu (18/10) siang.

Abioso menambahkan, Kondisi penerangan yang remang-remang membuat apa yang dilakukan korban dan kubu pelaku tidak terlalu jelas. Hingga beberapa menit kemudian korban tersungkur dengan luka seperti bekas pukulan benda tumpul di kepala.

“Tidak terlihat jelas, tapi ada salah satu saksi yang sempat melihat korban dikeroyok hingga satu dari pelaku itu memukulkan botol minuman ke kepala korban hingga akhirnya jatuh tersungkur dan kepalanya berdarah,” imbuhnya.

Korban yang tak sadarkan diri itu kemudian dilarikan ke RSUP dr Kariadi oleh rekannya yang tidak sempat membantu saat keributan itu terjadi.

“Saat dalam perawatan, pada Rabu (18/10) sekitar pukul 00.00, korban meninggal,” ungkapnya. Terkait peristiwa tersebut pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak penggelola tempat hiburan malam itu atau keluarga korban.

“Sampai saat ini belum ada laporan resmi, ini sedang dicari di Polsek apa ada laporan atau tidak. Seharusnya pihak penggelola melaporkan kejadian ini, kalau memang betul tidak melapor jelas pihak cafe kena sanksi,” pungkasnya.(MJ-303)