Senarang – mediajateng.net

Tawuran antar kelompok atau bentrok dikalangan remaja rupanya sedang menjadi trend di kalangan pelajar di Kota Semarang. Sedikutnya 17 pelajar SMP dari empat sekolah berbeda ditangkap aparat Polsek Mijen Kamis (2/3)

Mereka ditangkap lantaran kepergok hendak melakukan tindakan tersebut di Jalan Untung Suropati, Pucung, Kedungpane, Mijen sekira pukul 10.00. Dalam peristiwa tersebut petugas menyita barang bukti berupa tujuh sabuk yang dilengkapi gir sepeda motor, satu bilah pisau, satu roda besi, satu tutup kalburator, sabuk besi serta petasan.

Dari keterangan Kapolsek Mijen Kompol Baihaqi mengatakan, kejadian yang melibatkan puluhan pelajar SMP 23 yang bergabung dengan pelajar SMP Filial 23 wonoplumbon bentrok sengan SMP 35 yang bergabung dengan SMP Muhammadiah ini dipicu lantaran saling ejek melalui Blackberry Messenger (BBM).

” Awalanya saling ejek lewat kalimat yang dikirim melalui BBM kedua kubu yang berasal dari empat sekolah itu kemudian saling tantang,” ujarnya.

Hingga kemudian, mereka bertemu di Jalan Untung Suropati, Pucung, Kedungpane, Mijen.

Dengan membawa sabuk dilengkapi gir sepeda motor, pisau dan alat lainnya yang membahayakan mereka mendatangi lokasi tersebut.

“Di lokasi yang sudah ditentukan kedua kubu berkumpul di tempat yang berbeda menunggu aba-aba sesuai kesepakatan,” imbuhnya

Sesuai kesepakatan tawuran tersebut akan dimulai dengan ditandai bunyi petasan yang sudah siapkan oleh salah satu kelompok.

“Kalau petasan yang diletakkan di tengah jalan tersebut sudah berbunyi, itu tandanya dimulai,” ungkapnya.

Namun, sebelum petasan dibunyikan aksi puluhan pelajar SMP tersebut tercium Polisi. Sementara itu para pelajar yang mengetahui kedatangan polisi berusaha untuk kabur meninggalkan lokasi tersebut.

“Kejar-kejaran sempat terjadi hingga akhirnya 17 dari puluhan pelajar yang terlibat kami amankan,” ungkapnya.

Tiba di Mapolsek Mijen, belasan pelajar tersebut langsung diberi pembinaan. Adapun, mereka diminta untuk membuat surat pernyataan dengan diketahui pihak sekolah dan orang tua.

“Setelah kami beri pembinanan dan membuat surat pernyataan mereka kami izinkan pulang,” pungkas Bahiaqi ( MJ-303 )