Grobogan,Mediajateng.net-Setelah melalui proses panjang pemeriksaan oleh tim medis kejiwaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purwodadi, pengungkapan kasus pembunuhan M Azka oleh ibu kandungnya sendiri Umi Nurhidayah akhirnya memasuki babak akhir.

Setelah dinyatakan Positif terkena gangguan jiwa, Umi Nurhidayah tersangka pelaku pembunuhan anak kandung bebas dari tuntutan hukum.

“Kita sudah mendapat penegasan dari tim dokter jika Umi Nurhidayah positif terkena gangguan jiwa,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning melalui Kasat Reskri AKP Eko Adi Pramono, Senin (19/12).

Dalam kasus tindak pembunuhan terhadap anak, wanita yang tinggal di dusun Semen, Desa Tambakselo, Kecamaan Wirosari, Kabupaten Grobogan, sempat menjalani perawatan di RSUD Purwodadi.

Kasat menjelaskan, karena sudah ada penegasan dari tim dokter, maka penyidik tidak bisa melanjutkan proses penyelidikan lebih lanjut. “Karena dinyatakan terkena gangguan jiwa, maka Umi tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya kendati dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap anak kandung sendiri,” imbuh Kasat Reskrim.

Karena telah muncul penegasan dari tim dokter, Kasat Reskim maka untuk proses lanjut akan diterbitkan surat penghentian penyidikan Perkara (SP3).

“Nanti kita buatkan SP3. Tapi itu dilakukan setelah muncul keterangan tertulis sebagai dasar hukum,” tambahnya.

Kasat menambahkan, terkait kasus tersebut tim penyidik masih menunggu dikeluarkannya surat keputusan tertulis dari tim dokter.
SemenTara itu tersangka Umi Nur masih menjalani perawatan intensif di RSUD Purwodadi.(lek)

4 KOMENTAR

Comments are closed.