SEMARANG, mediajateng.net, – Generasi milenial, terutama kaum perempuan, diminta mengutamakan keselamatan daripada dandanannya. Selain itu juga diharuskan memperhatikan keselamatan dari anak-anak mereka, khususnya saat dibonceng.

Demikian disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Rudi Antariksa, usai kegiatan sosialisasi edukasi keselamatan dan tertib berlalu lintas bagi perempuan millenial yang digelar di Hotel Siliwangi, Sabtu (19/1).

Menurutnya, kaum perempuan kerap mengabaikan faktor keselamatan dibandingkan dandanannya. Misalnya saja dalam pemakaian helm, yang tidak jarang diabaikan karena takut merusak tatanan rambut, kerudung atau jilbabnya.

”Untuk itu, kami mengakomodir sosialisasi keselamatan berlalu lintas bagi kaum perempuan. Tujuannya, agar dapat sadar dan tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, dalam menggelar kegiatan sosialisasi ini pihaknya menggandeng PW Fatayat NU Jateng. Keanggotaan Fatayat NU masih dapat digolongkan sebagai kaum millenial karena berusia antara 17-40 tahun. Sosialisasi tersebut dimaksudkan agar generasi muda saat ini, dapat mematuhi rambu-rambu dan tertib berlalu lintas.

”Kaum millenial menjadi target sasaran tentang Kampanye Tertib Lalu Lintas, karena banyak yang menjadi korban Laka Lantas. Untuk itu, mereka diminta sadar dalam berlalulintas dan menjadi pelopor keselamatan lalu lintas. Selanjutnya juga akan diminta memberikan ilmu-ilmu keselamatan berkendara yang telah diperoleh, agar dapat dibagikan kepada saudara dan keluarganya,” bebernya.

Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Jateng, Tazkiyatul Muthmainnah mengatakan, program sosialisasi ini penting karena perempuan dapat menjadi pioner keselamatan berlalu lintas. Dia menyampaikan jika gagasan menggelar kegiatan ini datang sejak setahun lalu, karena keresahan yang muncul akibat adanya banyak meme terkait perempuan berlalu lintas. Misalnya saja yang terpopuler yaitu perempuan yang berkendara memberikan lampu sein kanan namun justru berbelok ke kiri.

”Edukasi keselamatan berlalu lintas ini nantinya diharapkan dapat ditularkan anggota Fatayat kepada yang lainnya, khususnya anak-anaknya. Mudah-mudahan mereka dapat mencontoh untuk menjadi pengendara yang tertib dan memperhatikan keselamatan berlalu lintas,” ucap dia.

Seperti diketahui, jumlah Laka Lantas yang tercatat Polda Jateng pada 2018, mencapai 19.016 kejadian, meninggal dunia 4.101 jiwa, luka berat ada 97 orang dan luka ringan mencapai jumlah 21.967 orang. Penyebabnya antara lain karena kondisi jalan yang kurang bagus, kondisi lingkungan sekitar, kendaraan tidak laik jalan, dan faktor pengendara. (ot/mj)