GROBOGAN, Mediajateng.net – M. Azka, bocah di bawah lima tahun (balita) tewas di tangan ibunya sendiri.

Tewasnya Azka pertama kali diketahui, Sukimin (40), ayah korban, sepulang dari sawah di Dusun Semen, Desa Tambakselo, Kecamaan Wirosari, Minggu (4/12).
Sukimin mengaku, tidak habis pikir Umi Nurhayati, istrinya akan membunuh buah hati mereka.
“Pulang ke rumah sekitar pukul 07.00 wib. Anak saya (M Azka) sudah diseret istri saya,” ungkapnya histeris.
Saat saksi melihat lebih jauh, ternyata anak ke duanya itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
“Dalam keadaan leher sudah tergorok, mungkin sudah meningggal. Alat yang digunakan untuk menggorok sudah dibuang,” tambah saksi, yang sempat teriak histeris sehingga mengundang kerumunan warga.
Saksi lain, Siti Marhamah (27) yang juga kerabat korban, menjelaskan, jika pelaku yang tidak lain ibu korban memang sejak pagi mencari ke-2 anaknya, yakni Faiz (8) dan M Azka (5). Kendati mengetahui dicari, namun Faiz anak pertama korban  enggan pulang lantaran takut ibunya.
“Sebelumnya ibu korban memang pernah hendak membacok putranya tapi berhasil digagalkan karena ada yang menghalangi, sayangnya pagi ini tidak ada satupun orang di rumah,” ungkapnya.
Oleh tetangga yang mendatangi lokasi, insiden tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Wirosari dan Polres Grobogan, yang sejurus kemudian mengirim anggota ke lokasi kejadian.
Kasat Reskrim AKP Eko Adi mengungkapkan, saat ini tengah menyelidiki kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh ibu kandung korban.
“Kita sedang melakukan penyelidikan. Tim Inafis Grobogan dan dokter Puskesmas sudah dilokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan, dileher korban terdapat luka sepanjang 10 cm,” ungkap Kasat Reskrim.
Terkait dugaan pelaku diduga mengalami gangguan jiwa, saat ini dalam pendalaman polisi. “Korban akan segera dimakamkan usai pemeriksaan,” imbuhnya.(MJ-070)