GROBOGAN, Mediajateng.net- Liburan akhir tahun memang lebih banyak dinantikan keluarga. Pasalnya, momentum tersebut harus menyiratkan makna tutup tahun dan membuka awal tahun dengan menutup masa lalu dan membuka harapan baru. Untuk melakukan liburan akhir tahun, masyarakat selalu mencari tempat yang cocok untuk berpergian bersama keluarga.

Berbagai tempat wisata sudah siap untuk menyambut para wisatawan untuk liburan akhir tahun ini. Seperti halnya di Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Pada Minggu (30/12/2018) akan diadakan pasar rakyat dengan mengusung jajanan tradisional. Yang unik dari pasar rakyat ini, masyarakat melakukan transaksi dengan pedagang menggunakan batok kelapa.

Sama halnya seperti di Pasar Papringan, Kabupaten Temanggung. Bedanya, di Pasar Papringan alat transaksi berupa uang pring (uang yang terbuat dari bambu). Namun, kesamaan dari kedua pasar ini yakni sama-sama mengangkat yang khas dari masing-masing daerah.

Suyadi, penggagas pasar ini mengungkapkan, penyelenggaraan pasar tradisional ini sebagai wujud dilestarikannya kembali makanan daerah setempat. Ada berbagai makanan dijual para pedagang di pasar ini. Yakni gethuk, lontong lodeh, sego kulup (nasi urap), pecel, aneka jenang / bubur, sego jagung, sayur wangon, krupuk lempeng, kancur, sledrek, tiwul dan aneka wedangan seperti kopi dan jahe.

Harga makanan tradisional ini pun cukup murah di kantong. Satu keping batok kelapa bernilai Rp 1000. “Kali pertama pasar ini didirikan pada Minggu Wage yang jatuh di bulan November 2018. Kemudian, di bulan Desember akan jatuh pada tanggal 30 Desember 2018. Kami adakan pasar ini di sebuah lahan kosong yang ternyata didukung pemiliknya untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” tutur Suyadi yang akrab disapa Pak Raden karena memiliki kumis seperti tokoh Raden di acara si Unyil tersebut.

Menurut Suyadi, respon masyarakat sangat positif dengan adanya pasar ini. Terlebih, harapan besar dari penyelenggaraan pasar rakyat ini untuk mengembalikan dan mengingat makanan tradisional yang sudah hilang.

“Respon masyarakat sangat positif. Dan untuk penyelenggaran yang pertama hanya warga sekitar Tawangharjo saja yang datang ke sini. Ada juga beberapa pejabat dari Purwodadi yang ikut menikmati suasana pasar rakyat ini. Tanggal 30 Desember 2018 nanti merupakan penyelenggaraan pasar kali kedua,” pungkas Suyadi. (Ag-MJ)