Anggota TNI Kodim 0733 BS Semarang, mendorong grobag pengangkut tanah. Foto : Dokumen Kodim 0733 BS Semarang

SEMARANG – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2019 disambut gembira masyarakat perkampungan Tanggul Sari, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Mereka mengaku banyak masyarakat tidak mampu yang rumahnya sudah tak layak huni akibat kerusakan, dibantu untuk dilakukan perbaikan atau rehab. Mereka mendapat program bedah rumah.

“Ada 10 unit rumah yang menjadi sasaran bedah rumah karena kondisinya memang sudah tidak layak huni. Pemiliknya rata-rata bekerja sebagai nelayan yang penghasilannya sangat rendah sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 80 ribu per hari,” ungkap Pasi Teritorial Kodim 0733 BS Semarang Mayor Inf Susanto mewakili Dandim Letkol Kav Zubaedi, saat meninjau lokasi, Sabtu (2/3/2018).

Pengerjaan setiap sasaran bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) dikoordinatori para Danramil.
Sebuah rumah berukuran 3×10 meter milik Abdul Rozak di RT 03 RW 05 terpaksa harus dirobohkan karena seluruh kayu yang menyangga atap rusak parah dimakan rayap.

“Kami terpaksa mengambil langkah terbaik dengan membangun kembali rumah dari pondasi awal. Kalau cuma direhab justru sangat kesulitan karena 90 persen kondisi materialnya sudah lapuk karena rayap,” ungkap Mayor Inf Rahmatullah AR, Danramil 13 Semarang Selatan yang bertanggung jawab menangani rumah Abdul Rozak (48).

Dengan pembangunan secara keseluruhan, menurut Rahmatullah tidak mengalami kendala dalam hal biaya. Apalagi, ternyata masyarakat setempat juga ikut membantu.

Sedangkan tenaga pembangunan yang melibatkan anggota TNI dan masyarakat siap memgoptimalkan tenaganya sampai rumah jadi.

“Saya sangat bersyukur ada bapak-bapak dari TNI membantu membangun rumah saya yang hampir ambruk karena rusak. Saya juga terima kasih karena pemerintah dan para tetangga ikut membantu. Selama ini saya sulit memperbaiki rumah karena memang tak punya dana. Pekerjaan sebagai buruh nelayan tak bisa diandalkan untuk menabung,” ungkap Abdul Rozak. Mj/50