SEMARANG, Mediajateng.net – Tidak tuntasnya penanganan banjir dan rob di kota Semarang dikarenakan minimnya alokasi anggaran.

Pemerintah Kota Semarang sendiri telah mengalokasikan Rp135 miliar setiap tahun untuk mengatasi banjir dan rob.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengatakan bahwa membutuhkan setidaknya anggaran mencapai Rp600 miliar untuk mengatasi banjir dan rob.

“Akan tetapi pemerintah setiap tahunnya hanya mampu menyediakan anggaran sebesar Rp135 miliar, baik untuk perawatan saluran, sungai, antisipasi banjir, rob, dan lainnya,” katanya.

Dijelaskan Supriyadi, sedangkan APBD Pemerintah Kota Semarang sendiri hanya sebesar Rp 4,1 triliun. Harapannya, pengalokasian Rp135 miliar itu bisa ditambah dari subsidi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Seperti dalam rencana normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang fisiknya akan dimulai 2017 dengan perkiraan kebutuhan anggaran Rp1 triliun lebih. 
  
Sementara itu, Pakar Hidrologi dari Undip Semarang Nelwan mengatakan, rob belum dikenal di masyarakat Kota Semarang tahun 1980-an. Rob baru terjadi setelah kawasan pesisir Semarang digunakan untuk permukiman seperti di Tanah Mas, yang dulunya merupakan daerah tambak.
”Setelah itu, baru masyarakat merasakan dan menyadari tanahnya turun kena rob. Penyebab utama rob adalah karena penurunan muka tanah dan garis pantai diutak-atik untuk pembangunan,” pungkasnya. (MJ-036)

3 KOMENTAR

Comments are closed.