PEKALONGAN, Mediajateng.net – Banjir Rob akibat pasang air laut kembali melanda wilayah Pekalongan. Kali ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Ketinggian air bisa mencapai 50 cm sampai 1 meter. Daerah terparah terkena dampak terutama di Desa Tegaldowo, Mulyorejo, Karangjompo, Wonokerto Kulon dan Wonokerto Wetan mengakibatkan ribuan warga harus diungsikan ke lokasi yang lebih aman.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menetapkan darurat rob sejak 27 Mei 2016 yang lalu. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko. Pada saat yang sama, Naibul Umam selaku Ketua LPB PWM Jawa Tengah pihaknya telah menerjunkan tim kaji cepat bencana untuk mencari informasi kepada semua kalangan termasuk pemerintah desa.
Temuan di lapangan menyebutkan 13 Desa terdampak di empat yaitu Kecamatan Tirto, Wonokerto, Wiradesa, dan Siwalan. Rob juga melanda kawasan di Kota Pekalongan. Tercatat ada lima Kelurahan yang tergenang rob sangat parah yaitu Kelurahan Padukuhan Kraton, Bandengan, Kandang Panjang dan Panjang Wetan di Kecamatan Pekalongan Utara. Selain itu Kelurahan Pasir Kraton Kramat di Kecamatan Pekalongan Barat.
Terkait dengan temuan tersebut, LPB PWM Jawa Tengah telah membentuk tim tanggap darurat bencana yang dikoordinasikan bersama antara PDM Kabupaten Pekalongan dan PDM Kota Pekalongan. Kurang lebih 50 orang relawan Muhammadiyah telah bergabung dalam tim ini. Sepenuhnya kami serahkan penanganan ini kepada LPB PDM Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan. Namun demikian kami akan membantu dengan mengirimkan tim asistensi manajemen posko dan tim dapur umum dari daerah lain.
Menurut penuturan Khairil Anam Bidang Tanggap Darurat LPB PWM Jawa Tengah yang mendampingi di posko menjelaskan bahwa saat ini kami telah menugaskan tim Dapur Umum LPB
PDM Kendal untuk membantu. Dapur Umum ini akan memberikan bantuan makanan siap saji 1.500 bungkus setiap hari dan akan didistribusikan ke Desa Wonokerto Kulon dan
Wonokerto Wetan. Anam menjelaskan bahwa kemampuan Dapur Umum ini hanya berlangsung hingga 3 hari ke depan.
Untuk itu kami berharap bantuan dari berbagai pihak agar tetap berlangsung mengingat kondisi pasang laut masih terjadi dan sebagian besar nelayan tidak dapat melaut.
Umam mengaku pihaknya telah melakukan kajian banjir rob di Pekalongan sejak tahun 2014 yang lalu. Kami melakukan pemetaan kawasan ancaman banjir rob di Pekalongan. Proses pemetaan dilakukan dengan melakukan survey lapangan untuk mendapatkan lokasi koordinat kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir rob. Hasil pemetaan tersebut dilakukan kajian risiko yang hasilnya diklasifikasikan menjadi 3 kategori yaitu ancaman banjir rob tingkat tinggi, sedang dan rendah. Kecamatan Tirto masuk kategori ancaman banjir rob tingkat tinggi. Pihaknya berharap BPBD Kabupaten Pekalongan bersedia memanfaatkan data dan kajian ilmiah untuk memprediksikan ancaman bencana yang lebih besar di kemudian hari sehingga dapat dilakukan upaya antisipasi dan kesiapsiagaan dini. (MJ-007)