Semarang-mediajateng.net

Aparat Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda Jateng yang didukung oleh Dit Sabhara akan menggunakan road blocker dalam kegiatan Operasi Patuh 2017 yang digelar mulai 9 Mei hingga 22 Mei mendatang. Alat ini nantinya dipasang melintang di jalan dengan dilengkapi ranjau mirip paku teebuat dari baja. Dan nantinya alat tersebut digunakan untuk menghentikan kendaraan para pelanggar lalu lintas atau pembalap liar yang berusaha kabur saat operasi berlangsung.

Sebab, ban kendaraan mereka nantinya akan kempes atau bocor setelah melewati alat milik Satuan Sabhara tersebut.

Menurut Kabag Binops Ditlantas Polda Jateng AKBP Pungky Buana mengatakan bahwa alat ini sudah diuji coba sebelum pelaksanaan Operasi Patuh pada 9 Mei 2017 .

“Road blocker akan kami gunakan saat operasi patuh mendatang, makanya ini kami lakukan uji coba supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan dan
ternyata hasilnya aman dan memungkinkan untuk digunakan,” ungkap Pungky Buana, saat latihan penggunakan road blocker di halaman Mapolda Jateng, Rabu (3/5).

Pungky menambahkan ban kendaraan yang melewati alat tersebut tidak langsung bocor, namun perlahan dan kendaraan akan berhenti sekitar 20 meter dari penempatan road blocker.

“Bocornya berlahan, jadi kendaraan tidak ngepot atau oleng. Ini tetap safety (aman-red),” ujarnya.

Adapun, lanjut dia, penggunakan road blocker nantinta disesuaikan dengan kondisi atau situasi saat menggelar operasi.

“Penggunaannya situasional, kalau ramai akan kami pasang tapi kalau saat operasi sepi road blocker tidak akan dipasang,” jelasnya.

Pungky menambahkan, road blocker sebenarnya sudah lama dimiliki oleh Polda Jateng. Adapun alat bantu untuk penindakan tersebut juga sudah disalurkan ke seluruh Polres di wilayah hukum Polrestabes Semarang.

“Alat ini juga sudah dimiliki Sabhara di seluruh Polres di wilayah Polda Jateng,” Pungkasnya (MJ-303)