Banjarnegara,Mediajateng.net- gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2017 yang diadakan 4-6 Agustus 2017 resmi berakhir.Ritual pemotongan rambut gimbal menjadi puncak acara yg digelar setiap tahun di Kawasan wisata Dieng Banjarnegara.mengusung tagline “the spirit of culture” panitia festival ini ingin mengajak pengunjung untuk menikmati keindahan pemandangan kawasan dieng plateau sambil menyaksikan beberapa ritual dan prosesi adat yang sudah berlangsung ratusan tahun.

Rangkaian acara DCF diawali dengan mengajak pengunjung untuk mencicipi beberapa kuliner khas lokal seperti carica dan purwaceng serta beberapa olahan dari UMKM sekitar Dieng.dan malamnya event Jazz atas awan akan membuat pengunjung merasakan sensasi menyaksikan pertunjukan musik ditengah dinginnya suhu yg bisa mencapai 7 derajat celcius.

Pada hari kedua. Sunrise view ,festival caping dan pelepasan lampion menjadi agenda yg menarik untuk diikuti.”ribuan caping dan lampion dibagikan kepada pengunjung.capingnya untuk dilukis sendiri oleh pengunjung,sedang lampionnya diterbangkan bersama sama saat malam,”jelas Kepala Dinas Pariwisata Banjarnegara,Dwi Suryanto.

Puncak Festival yang juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah,Ganjar Pranowo ini adalah ritual pemotongan rambut gimbal.tahun ini ada sembilan anak berambut gimbal yang menjalani ritual ini. “Sebelum memotong rambut mereka,permintaan mereka harus dipenuhi.jika tidak maka rambut gimbalnya akan tumbuh lagi,”terang Sumanto,Pemangku adat kawasan dieng Plateau.

“Permintaan mereka bervariasi, ada yang meminta sepeda,tablet bahkan ada yang meminta sapi dua ekor.sedang permintaan yang paling sederhana adalah meminta jajanan dari warung tetangga sebelahnya,” tambah Sumanto.

Pada akhir acara Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengucapkan terima kasih kepada Pengunjung yang telah menyaksikan festival ini. “Terima kasih atas kunjungannya.datanglah kembali kesini,ke negeri diatas awan dataran tinggi Dieng,”pungkasnya (MJ.101)