SEMARANG, mediajateng.net, – Guna mengurangi dampak pemanasan global, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menanam 1.500 bibit pohon di Lahan Konservasi yang ada di Kelurahan Tugurejo. Kegiatan tersebut dalam rangka menghijaukan kawasan perkotaan agar lebih sejuk dan asri di masa depan.

Menurut Kepala DLH Kota Semarang, Muthohar, penanaman bibit pohon ini juga dalam rangka mengatasi permasalahan pemanasan global atau yang melanda bumi. Pemanasan global merupakan salah satu isu Internasional yang memerlukan penanganan berkelanjutan, untuk menjaga agar bumi terhindar dari bencana.

”Ini aksi nyata dalam rangka menghijaukan dan menyejukkan kawasan perkotaan. Tidak sekedar belaka karena merupakan kegiatan berkelanjutan,” ujarnya di Lahan Konservasi Kelurahan Tugurejo, Jumat (22/3).

Dia menyatakan, selama ini kegiatan penghijauan di 177 kelurahan yang ada di wilayah Kota Semarang masih sangat kurang. Terlihat dari hawa panas yang dapat dirasakan masyarakat setiap harinya, khususnya pada saat musim panas.

”Kami ingin terus bergerak bersama masyarakat, untuk melakukan penanaman pohon secara perlahan-lahan dan berkala. Harapannya, Kota Semarang akan lebih nyaman melalui penghijauan sehingga masyarakatnya menjadi semakin hebat dan sehat,” papar dia.

Penanaman 1.500 bibit pohon dalam kegiatan kali ini dilakukan di empat kelurahan di Kecamatan Tugu. Meliputi Kelurahan Tugurejo, Kelurahan Mangkang Wetan, Kelurahan Mangunharjo, dan Kelurahan Jrakah.

”Penanaman diutamakan untuk menjadikan wilayah di empat kelurahan di Kecamatan Tugu, agar memiliki lahan konservasi dalam usaha menangkal pemanasan global. Bibit pohon yang ditanam dibagi menjadi dua yakni tanaman buah yang berupa jambu kristal, srikaya, rambutan, nangka, dan sukun. Sementara untuk tanaman keras, berupa pohon cemara, ketapang, mahoni, trembesi,” tambah dia. (ot/mj)