DEMAK, Mediajateng.net –  Ribuan goweser (pecinta sepeda) ikut meramaikan ‘Gowes Nusantara Etape Demak Kota Wali’, Minggu (13/10/2019). Gowes Nusantara yang digelar tahun ketiga ini, merupakan even nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Para peserta Gowes Nusantara ini, terdiri dari berbagai kalangan baik itu selain sejumlah komunitas sepeda di Demak , juka diikuti oleh pelajar, dinas/instansi Pemkab Demak, BUMD/BUMN dan masyarakat umum.
Selain gratis, panitia juga menyediakan puluhan hadiah kejutan dari sponsorship bagi para peserta gowes yang beruntung
Bupati Demak M Natsir, Wabup Demak Joko Sutanto, Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet , jajaran pejabat Forkompinda, serta Asdep Olahraga Layanan Khusus Kemenpora RI Aris Subiyono, turut berpartisipasi dalam kegiatan tahunan itu.

Bupati Nasir menyatakan bahwa olahraga bagian penting setiap individu untuk menjaga kebugaran tubuh. Semua masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan hidup sehat, antara lain dengan bergerak dan olahraga.
“Bersepeda kini telah menjadi bagian gaya hidup sehat. Olahraga murah meriah dan bebas polusi, Terlebih dengan bersepeda dapat mempererat hubungan silaturahim, persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan Indonesia maju,” kata bupati.

Menurut Asdep Olahraga Layanan Khusus Kemenpora RI Aris Subiyono, pemerintah tengah gencar menggiatkan olahraga yang banyak melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satunya melalui program nasional Gowes Nusantara, yang mentargetkan atlet Indonesia turut menjuarai olahraga bersepeda pada Olimpiade 2024.
“Kabar baiknya, meski kabupaten/kota penyelenggara Gowes Nusantara berkurang, namun anemo peserta di Kabupaten Demak terus meningkat tiga tahun ini. Dari semula 2.500 pada 2017 menjadi 3.000 (2018), dan naik signifikan menjadi 6.000 peserta pada 2019,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Gowes Nusantara Etape Demak Kota Wali, Sujarwo menjelaskan, rute yang ditempuh kurang lebih 18,5 kilometer. Star dan finish di Stadion Pancasila Demak. Para peserta melalui sejumlah jalan protokol kota Demak dan juga alun – alun Demak.
“Sengaja peserta kami lewatkan jalur jalan beton kabupaten penghubung antar desa dan kecamatan, agar peserta turut merasakan keberhasilan pembanguan daerah di bidang infrastruktur. Selain itu, tentunya juga mengenalkan indahnya suasana pedesaan, yang turut menjadi penunjang sektor pariwisata,” ujarnya.