Semarang-mediajateng.net

Aparat Sub Direktorat Industri Perdagangan dan Investasi ( Subdit I Indagsi ) Direktorat Resese Kriminal Khusu Polda Jateng menyita ribuan obat kuat dan alat bantu sex tanpa ijin edar serta menangkap seorang tersangka yang diduga kuat sebagai distributor di kawasan Wedung, Kabupaten Demak. Untuk mengelabuhi petugas pelaku menggunakan mobil eks PT Pos Indonesia setiap melakukan pengiriman barang tersebut.Obat dan alat bantu sex ini dijual tersangka secara online.

Wakapolda Jateng Brigjeb Pol Indrajit saat melakukan gelar perkara menegaskan bahwa tersangka SF (30) warga kecamatan Wedung Kabupaten Demak ini sudah menjadi TO pihaknya lantaran ditengarai sudah menjual obat kuat seperti viagra, vimax , lintah hitam papua dan alat bantu sex diantaranya vibrator, kondom beegerigi dan alat pompa, tanpa ijin edar dan produk didalamnya diduga palsu

” tersangka ini sebgaja menjual obat kuat tanpa ijin edar dan dilakukan secara online dan dipaketkan ke pelanggan menggunakan jasa pengiriman paket ke berbagai wilyah si Insonesia,” ujar Indrajit saat gelar kasus di kantor Ditreskrimsus, di Jalan Sukun Raya Rabu (22/2) siang.

Untuk memuluskan aksinya tersangak ini menggunakan mobil eks PT Pos Indonesia H-1860-ZR untuk mengangkut obat kuat ke kantor jasa pengiriman paket. Namu petugas yang sudah lama mengintai memberhentikan mobil saat melintas di Jalan Raya Pemuda Demak pada hari Senin (20/2).

Sementara Direskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar menambahkan bahwa tersangka SF saat di interogasi mengaku sebagai distributor obat kuat yang tertera di website http://www.hammer-ofthor.com namun saat diperiksa dirumahya banyak ditemukan botol kemasan obat yang masih kosong dan tidak ada labelnya

” tidak hanya ijin edar ya saja yang kami periksa, namun juga bahan yang terkandung dalam obat tersebut dipastikan palsu, karena kami sudah bandingkan dengan yang asli. Untuk alat bantu sex yang ditemukan masih akan kani selidiki apakah ini benar kiriman dari Jakarta,” ungkap Lukas.

Lukas menambahkan pihaknya juga masih melakukan pendalaman apakah tersangka ini membuat semacam home industri dalam melakukan kegiatan pemalsuan, lantaran saat digerebek banyak ditemukan botol berbentuk tube dan stiker hologram seolah barang tersebut asli.

Pelaku dapat dijerat dengan tindak pidana di bidang Kesehatan dan atau Perlindungan konsumen yang diatur dalam UU RI Nomor 3 dan atau UU RI Nomor 7 tahun 2014 dab atau UU RI No 8 tahun 1999 dengan ancaman hukuman setidaknya 15 tahun penjara. (MJ-303)

2 KOMENTAR

Comments are closed.