DEMAK, Mediajateng.net – Ketua Komisi A DPRD Demak, Sunari, menggelar reses perpisahan bagi masyarakat di wilayah dapil Sayung, Karangtengah dan Guntur.

Acara yang digelar di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah itu, dihadiri oleh ratusan warga dan sejumlah kepala desa.

Sebelum masyarakat mengungkapkan aspirasinya, Sukono, Kades Dukun , Kecamatan Karangtengah mengungkapkan pernyataan sekaligus pesan kepada Sunari terkait kewajibannya sebagai wakil rakyat.

“Meskipun berangkat dari partai a, b, c dan seterusnya, ketika sudah jadi anggota dewan, maka sudah menjadi kewajibannya untuk menjadi corong aspirasi rakyat tanpa embel embel pendukung partai apapun. Semua aspirasi ditampung tanpa memandang latar belakang partai, ” pesan sesepuh ini.

Selanjutnya, Sunari memberikan keterangan bahwa reses tiap tahun diadakan meskipun dalam lingkup kecil. Misalnya di balai desa di wilayah Sayung, Karangtengah maupun Guntur.

Tahun ini, menjadi reses terakhir Sunari, sebab sudah 10 tahun ini menjadi wakil rakyat.

Pileg tahun 2019 , Sunari tidak lagi mencalonkan diri sebagai anggota dewan, sebab menurutnya tak bijak jika seseorang terlalu lama menduduki jabatan tertentu,

“Sebab berdasarkan pengalaman makin lama orang akan makin nyaman dengan kursinya sehingga dia akan lupa terhadap misi yang diembannya, ” ujarnya.

Beberapa tahun terakhir ini, fokus pembangunan ke program desa, yang langsung menuju pusat sasaran yakni masyarakat tingkat terkecil. Di Demak, masih terlihat kesenjangan kesejahteraan antara desa aman bencana dengan desa rawan bencana.

“Nah, di sinilah peran dan fungsi wakil rakyat diperlukan dalam perjuangan pengajuan bantuan keuangan khusus desa,” kata Sunari.

Menurut Sunari, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) salah satu mengatasi kesenjangan antar desa. Terutama desa di wilayah pesisir yang rawan terdampak rob.

Alokasi dana sebaiknya merujuk pada pemilahan kebijakan anggaran pemda dan pemdes.
Sehingga ada kejelasan jenis dan besaran anggaran sesuai juklak juknis.

“Terkait perencanaan (musrenbangdes) sebaiknya betul betul ditata, sehingga ketika DPRD mengadakan rapat penetapan, sudah ada data awal yang betul betul menjadi kebutuhan masyarakat dan sesuai petunjuk yang berlaku,” bebernya.

Munawir, Kades Sayung menyatakan bahwa pihaknya menaruh harapan besar terhadap Bantuan Keuangan Khusus bagi desa yang terdampak bencana.

“Efek rob bagi masyarakat Sayung menjadi keprihatinan yang turun temurun. Rumah rumah yang terkena rob, tiap tahun harus ditinggikan, walhasil dana untuk kesejahteraan generasi penerusnya malah digunakan untuk meninggikan rumah supaya layak untuk ditinggali,” katanya

Munawir melanjutkan, efek rob yang paling laten adalah makin menurunnya kesejahteraan masyarakat Sayung. Dari segi kesehatan juga, Sayung sama sekali tidak masuk sebagai wilayah dengan lingkungan sehat.

“Mohon pengawalan untuk BKK, biasanya judul sudah keluar ternyata dianulir tanpa penyebab yang jelas,”harapnya.

Sebelum menutup acara reses, Sunari menekankan pentingnya fungsi BPD bagi pembangunan di desa.

“Seebagai penyambung lidah masyarakat desa kadang para anggota BPD, tersandung ketrampilan berbicara di hadapan publik, hanya satu dua yang berani berbicara secara runtut menyampaikan pikiran pikiran dan pendapatnya serta aspirasi masyarakat, sementara yang lain hanya duduk diam mendengarkan. Sehingga kontrol terhadap pembangunan masyarakat sangat kurang,” tutup politisi Partai Golkar itu.